Arsip:

Berita

Atasi Darurat Sampah Organik Mahasiswa UGM Ciptakan WormiBox Berbasis IoT

Yogyakarta – Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 resmi diselenggarakan di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan. PIMNAS merupakan kompetisi inovasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ditjen Diktiristek, Direktorat Kemdiktisaintek, bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah penyelenggara. Kompetisi nasional inovasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini diikuti oleh 420 tim dari 170 perguruan tinggi seluruh Indonesia, mencerminkan tingginya antusiasme generasi muda dalam menjawab tantangan bangsa.

Dalam ajang bergengsi tersebut, tim PKM-Kewirausahaan Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara 1 (Emas) Kategori Presentasi dan Juara 3 (Perunggu) Kategori Poster melalui karya berjudul: “WormiBox: Inovasi Cerdas Budidaya Cacing Tanah Berbasis IoT sebagai Dekomposer dalam Upaya Integrasi Zero Waste Movement dan Penanganan Limbah Organik.”

Di balik pencapaian ini, Maureen Arsa Sanda Cantika (Sistem Informasi Geografis 2022) menjadi salah satu mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM yang berperan penting dalam pengembangan teknologi WormiBox. Bersama tim PKM-K UGM, Maureen berkontribusi dalam perancangan sistem dan inovasi produk yang memungkinkan masyarakat mengelola sampah organik secara mandiri, praktis, dan berkelanjutan.

Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada menghadirkan WormiBox, alat budidaya cacing tanah berbasis IoT yang mampu mengubah limbah organik menjadi pupuk bernilai ekonomi. Inovasi ini lahir melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2025 sebagai wujud kontribusi mahasiswa dalam menyediakan solusi konkret untuk masalah lingkungan.

Ketua tim, Azkal Anas Ilmawan (Teknik Nuklir 2022) menjelaskan bahwa WormiBox dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. “Sampah rumah tangga jumlahnya terus meningkat, sementara fasilitas pengelolaan terpusat semakin terbatas. WormiBox memberi peluang agar masyarakat dapat mengelola sampah sendiri sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat,” ujarnya.

WormiBox bekerja dengan memantau kondisi lingkungan secara otomatis mulai dari suhu hingga kelembapan sehingga cacing dapat bekerja pada kondisi yang paling optimal. Proses ini meningkatkan efektivitas penguraian sampah organik dan menghasilkan pupuk berkualitas yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat.

Produk WormiBox dipasarkan dengan harga Rp699.999 dan menyasar segmen ibu rumah tangga, peternak cacing, hingga komunitas pemerhati lingkungan. “Kami ingin WormiBox tidak hanya menjadi produk, tetapi juga gerakan yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan,” tambah Azkal.

Selain Maureen dan Azkal, tim ini beranggotakan Fikriansyah Ridwan Pratama (Teknik Fisika 2023), Vidhyazputri Belva Aqila (Akuntansi 2023), dan Maulana Iqbal Pambudi (Ilmu dan Industri Peternakan 2023). Dengan pendampingan dosen dari Fakultas Teknik, kolaborasi lintas disiplin ini menggabungkan keahlian dalam teknologi, pengembangan produk, analitik lingkungan, hingga strategi bisnis.

Ke depan, tim berencana menggandeng pemerintah daerah, komunitas pengelola sampah, serta organisasi lingkungan untuk memperluas penerapan WormiBox. Diharapkan, teknologi ini tidak hanya digunakan dalam skala rumah tangga, tetapi juga mampu mendukung kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah di berbagai daerah.

Melalui WormiBox, mahasiswa UGM menunjukkan bahwa inovasi sederhana namun berbasis teknologi dapat menjadi langkah penting dalam menjawab isu lingkungan yang semakin mendesak. Harapannya, karya ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan solusi kreatif demi keberlanjutan bumi.

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Selenggarakan Pelepasan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026

Yogyakarta — Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) sukses menyelenggarakan Pelepasan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada hari Selasa, 25 November 2025, bertempat di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Acara ini menjadi momentum pelepasan wisuda departemen para wisudawan dari dua program studi sarjana terapan unggulan di lingkungan DTK, yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG) danTeknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD).

Pada periode ini, DTK SV UGM meluluskan total 60 wisudawan, yang terdiri dari 30 wisudawan Program Studi SIG dari Angkatan 2021, serta 30 wisudawan Program Studi TSPD dari Angkatan 2024. Kelulusan ini mencerminkan komitmen departemen dalam mencetak tenaga vokasi geospasial yang siap terjun ke industri maupun instansi pemerintah.

Pelepasan wisuda diawali dengan persembahan tari tradisional yang dibawakan oleh mahasiswa DTK SV UGM. Persembahan tersebut memberikan pembuka yang hangat dan membanggakan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan kebanggaan mendalam atas kelulusan 60 wisudawan pada periode ini. “Wisuda bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab baru. Bidang geospasial memiliki peran strategis dalam Pembangunan berkelanjutan nasional, mulai dari data geospasial hingga analisis spasial berbasis data untuk pengambilan keputusan. Kami berharap lulusan DTK SV UGM bisa menjadi insan vokasi yang adaptif, berintegritas, dan terus berkontribusi bagi masyarakat,” ujar beliau.

Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian (KMDTK). Elan menegaskan bahwa lulusan DTK SV UGM memiliki keunggulan dalam penguasaan teknis sekaligus kemampuan kolaborasi lintas disiplin. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika DTK SV UGM yang telah membimbing, mendukung, dan menciptakan lingkungan belajar inovatif yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pembangunan desa secara mandiri

Suasana mengharukan kian mendapat tempat saat sambutan dari perwakilan wisudawan, Muhammad Ikhwan Dian Kusuma, mahasiswa Program Studi SIG Angkatan 2021. Dalam pidatonya, Ikhwan menyampaikan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar DTK. “Ilmu yang kami pelajari di departemen ini sangat berharga dan akan kami terapkan dalam dunia kerja nanti. Terima kasih kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan atas dedikasi yang luar biasa. Kami akan selalu membawa nama DTK di mana pun kami berkarya,” ucap Ikhwan dengan penuh haru.

Salah satu momen inti dalam acara ini adalah pemberian plakat oleh perwakilan dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM kepada para wisudawan. Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., selaku Ketua Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar menyerahkan plakat kepada wisudawan TSPD sebagai simbol pelepasan dan pengukuhan atas kelulusan wisudawan. Selanjutnya, Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc., selaku perwakilan Dosen Program Studi Sistem Informasi Geografis turut menyerahkan plakat kepada wisudawan SIG.

Kebanggaan yang menyatu segera berubah menjadi sorak‐sorai dan euforia saat Band DTK tampil membawakan 3 lagu. Penampilan band menghadirkan atmosfer yang meriah, pecah, dan emosional. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga wisudawan beserta keluarga merayakan momen bersama tersebut. Musik menjadi medium ekspresi luapan rasa bahagia sekaligus penghormatan pada perjalanan panjang yang telah dilewati.

Acara pelepasan wisuda ditutup dengan foto bersama dosen dan tenaga kependidikan DTK SV UGM, menandai kebersamaan, dukungan, serta keberlanjutan ikatan antarangkatan dan sivitas akademik. Melalui momentum ini, DTK SV UGM kembali menegaskan perannya sebagai pendidikan vokasi geospasial yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Sarjana Terapan SIG Sekolah Vokasi UGM Terapkan Teknologi Pemetaan Modern dalam Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 di Desa Sumberarum

Magelang, 2025 — Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 yang berfokus pada pengembangan basis data spasial Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Melalui program ini, tim SIG UGM berupaya menyediakan informasi geospasial terkini sebagai landasan perencanaan pembangunan desa secara objektif, terukur, dan berbasis data.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis melalui sejumlah tahapan berbasis pendekatan partisipatif dan teknologi penginderaan jauh. Tahap awal dimulai dengan koordinasi bersama perangkat desa dan identifikasi kebutuhan wilayah, yang bertujuan untuk menyelaraskan prioritas perencanaan pembangunan dan menentukan objek spasial yang perlu dipetakan sesuai kebutuhan masyarakat desa. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa hasil pemetaan benar-benar relevan dan dapat dimanfaatkan dalam proses perencanaan pembangunan lokal.

Gambar 1. Kegiatan FGD (Focus Goup Discussion) dengan perangkat Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang (15/07/2025) (Sumber: STR. SIG)

Proses pemetaan dilakukan dengan pemotretan udara menggunakan wahana UAV untuk menghasilkan citra resolusi tinggi sebagai sumber utama data spasial. Pemotretan dilaksanakan melalui beberapa misi terbang di seluruh wilayah desa dengan cakupan lebih dari 400 hektar, yang kemudian menghasilkan ribuan citra udara untuk diproses menjadi orthomosaic, model permukaan, dan data tiga dimensi sebagai representasi kondisi fisik wilayah secara utuh. Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan proses pemetaan berlangsung lebih cepat dan presisi dibandingkan metode survei konvensional.

Citra udara yang dihasilkan kemudian melalui tahap pengolahan dan interpretasi menggunakan perangkat lunak fotogrametri dan Sistem Informasi Geografis. Tim melakukan digitasi detail fitur–fitur penting desa, meliputi permukiman, fasilitas publik, jaringan jalan, irigasi, penggunaan lahan, dan wilayah pengembangan wisata. Pada tahap ini dilaksanakan pula Focus Group Discussion (FGD) dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk memvalidasi klasifikasi objek dan memastikan setiap elemen spasial yang dipetakan sesuai dengan kondisi faktual dan kebutuhan kebijakan pembangunan wilayah.

Tahap berikutnya adalah survei lapangan dan verifikasi data untuk memastikan ketelitian peta dengan membandingkan hasil interpretasi citra udara dan situasi aktual di lapangan. Survei dilakukan dengan pengambilan titik koordinat, dokumentasi visual, observasi langsung, serta dialog dengan warga setempat. Pelibatan masyarakat dan aparatur wilayah pada tahap ini bertujuan memperkuat literasi spasial lokal serta meningkatkan rasa memiliki terhadap dokumen hasil pemetaan yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan desa.

Gambar 2. Survei lapangan dan verifikasi data di Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang (15/07/2025) (Sumber: STR. SIG)

Seluruh rangkaian proses tersebut menghasilkan produk pemetaan desa skala besar yang terdiri dari Peta Citra 1:5.000, Peta Penggunaan Lahan 1:5.000, Peta Fasilitas Umum 1:5.000, serta Album Peta Tematik yang berisi potensi dan karakteristik wilayah pada masing-masing dusun. Dokumen spasial ini disiapkan dalam format cetak dan digital untuk memudahkan pemanfaatannya sebagai basis perencanaan pembangunan, penyusunan Musrenbangdes, analisis tata ruang, hingga pengembangan sektor wisata air panas yang merupakan potensi unggulan desa.

Gambar 3. Peta Citra dan Peta Penggunaan Lahan Desa Sumberarum Tahun 2025 Skala 1: 5000 (Sumber: STR. SIG)

Program pengabdian ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui penyediaan data untuk pengembangan infrastruktur wilayah berbasis teknologi, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penyusunan perencanaan ruang desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam menerapkan keahlian terapan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Hasil kegiatan telah diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Sumberarum pada 13 November 2025 untuk dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan desa ke depan.

Sinergi Akademisi dan Desa dalam Penyusunan Peta Kependudukan Dusun Jetak, Kaliwilut, dan Tegowanu, Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo

Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data kependudukan di tingkat desa, tim pengabdian masyarakat dari Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM, melaksanakan kegiatan pemetaan kependudukan di Dusun Jetak, Kaliwilut, dan Tegowanu, Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo. Kegiatan ini dipimpin oleh Muhammad Iqbal Taftazani, S.T., M.Eng., dan memanfaatkan teknologi pemetaan digital untuk mewujudkan data kependudukan yang tertib, akurat, serta mendukung perencanaan berbasis bukti. Langkah ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam menyediakan data spasial yang mendukung penataan wilayah yang lebih terarah.

Dalam pelaksanaannya, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan pengumpulan dan validasi data melalui pendekatan partisipatif dan pemetaan berbasis GIS. Proses ini dilengkapi dengan observasi foto udara serta pelibatan perangkat kalurahan dan masyarakat, sehingga informasi spasial yang dihasilkan memiliki ketelitian tinggi dan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak ini sekaligus mencerminkan prinsip SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena mengedepankan kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kegiatan ini menghasilkan peta kependudukan di tiga padukuhan yaitu Jetak, Kaliwilut, dan Tegowanu. Selain menghasilkan peta kependudukan yang informatif, kegiatan ini turut memperkuat kapasitas perangkat desa dalam pengelolaan data spasial. Perangkat kalurahan dibekali kemampuan untuk memperbarui dan memanfaatkan data secara mandiri dengan perangkat lunak GIS. Upaya peningkatan kapasitas ini sejalan dengan pilar SDGs yang menekankan pentingnya teknologi, inovasi, dan peningkatan kemampuan lokal sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kalurahan Kaliagung menyambut baik program ini karena dinilai mendukung terwujudnya tata kelola desa berbasis data yang lebih responsif. Dengan adanya peta kependudukan yang akurat serta peningkatan kompetensi perangkat desa, kegiatan ini tidak hanya membantu pengelolaan administrasi, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam perencanaan pembangunan desa ke depan. Sinergi antara perguruan tinggi dan desa ini menjadi contoh nyata implementasi SDG 11 dan SDG 17, yang mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi informasi geospasial.

Kolaborasi UGM dan Kalurahan Kaliagung dalam Penyusunan Peta Kependudukan Padukuhan Kemiri, Degung, dan Kleben, Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo

Kegiatan pemetaan kependudukan di Padukuhan Kemiri, Degung, dan Kleben, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Di bawah koordinasi Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu geospasial untuk memperkuat pengelolaan data kependudukan serta mendukung perencanaan pembangunan desa berbasis spasial.

Pemetaan ini bertujuan menghasilkan informasi kependudukan yang presisi dan mudah dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan di tingkat kalurahan. Dengan adanya peta tersebut, pemerintah desa dapat memantau distribusi penduduk secara lebih komprehensif.

Proses pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa meliputi pemetaan batas wilayah, hingga pengecekan ulang data penduduk bersama perangkat kalurahan dan warga. Selain menyediakan peta dalam format digital, tim juga memberikan pendampingan mengenai penggunaan teknologi pemetaan sehingga perangkat desa dapat memperbarui serta mengelola data secara berkelanjutan. Kegiatan ini menghasilkan peta kependudukan di tiga padukuhan yaitu Kemiri, Degung, dan Kleben.

Kegiatan ini memperoleh apresiasi dari masyarakat dan pemerintah Kalurahan Kaliagung karena dinilai memperkuat sistem tata kelola desa berbasis data. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 11 mengenai permukiman berkelanjutan, SDG 16 terkait kelembagaan yang efektif, serta SDG 17 tentang kemitraan, melalui kerja sama antara akademisi dan masyarakat dalam membangun kapasitas dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Penyusunan Peta Kependudukan untuk Mendukung Tata Kelola Padukuhan Kalipenten dan Nglotak

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan data kependudukan, tim dari Sekolah Vokasi UGM melalui Departemen Teknologi Kebumian melaksanakan kegiatan pemetaan kependudukan di Padukuhan Kalipenten dan Nglotak, Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo. Program ini berfokus pada penyediaan informasi spasial yang lebih akurat dan tertata guna mendukung administrasi desa serta kebutuhan perencanaan wilayah.

Kegiatan pemetaan dipimpin oleh Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc., sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa terlibat langsung bersama perangkat kalurahan dalam proses pengumpulan, verifikasi, dan pengolahan data spasial terkait kondisi kependudukan di dua padukuhan tersebut. Ir. Rochmad menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghasilkan peta, tetapi juga menumbuhkan pemahaman akan pentingnya data spasial sebagai dasar penyusunan kebijakan.  Kegiatan ini menghasilkan peta kependudukan di dua padukuhan yaitu Kalipenten dan Nglotak.

Pemerintah Kalurahan Kaliagung menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi Sekolah Vokasi UGM. Mereka menilai bahwa peta kependudukan yang dihasilkan akan membantu dalam pendataan penduduk, penyusunan rencana pembangunan desa, serta pengelolaan wilayah secara lebih efektif dan efisien. Data yang tersusun rapi diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelayanan publik maupun pengambilan keputusan.

Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan data kependudukan berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini mendukung tercapainya SDG 11 melalui penyediaan data spasial untuk perencanaan permukiman berkelanjutan, SDG 16 dengan memperkuat tata kelola berbasis data, serta SDG 17 melalui kemitraan yang produktif antara UGM dan Pemerintah Kalurahan Kaliagung.

Pengabdian UGM: Penyusunan Peta Kependudukan untuk Mendukung Pembangunan Desa

Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Kaliagung melaksanakan penyusunan peta kependudukan di Padukuhan Ngrandu, Banyunganti Lor, dan Kaligalang, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo. Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan desa berbasis data.

Proses pemetaan dilakukan melalui survei lapangan, pengumpulan data spasial dan nonspasial, serta pengolahan menggunakan perangkat pemetaan modern. Peta yang dihasilkan diharapkan membantu pemerintah kalurahan dalam pengelolaan administrasi kependudukan, penataan wilayah, dan penyusunan program pembangunan yang lebih terarah. Kegiatan ini menghasilkan peta kependudukan di tiga padukuhan yaitu Ngrandu, Banyunganti Lor, dan Kaligalang .

Pemerintah Kalurahan Kaliagung turut mengapresiasi kegiatan ini dan menilai bahwa peta tersebut akan memperkuat ketersediaan data yang akurat dan terstruktur. Selain memberi manfaat bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan secara langsung kompetensi survei dan pemetaan di lapangan.

Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs. SDG 11 mendukung terwujudnya permukiman berkelanjutan melalui pemanfaatan data spasial yang tertata. SDG 16 diperkuat melalui penyediaan data kependudukan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar tata kelola desa. Sementara itu, SDG 17 tercermin dalam kemitraan antara UGM dan Pemerintah Kalurahan Kaliagung dalam mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan.

Peta Batas Wilayah Padukuhan Kaliagung Dihasilkan melalui Kolaborasi UGM dan Pemerintah Kalurahan

Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama Pemerintah Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, telah menyelesaikan penyusunan peta batas wilayah pedukuhan sebagai tindak lanjut hasil Focus Group Discussion (FGD) penegasan batas beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP.

Produk geospasial yang dihasilkan berupa delineasi dan penegasan batas padukuhan di kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo yang sebelumnya telah dibahas dan disepakati secara partisipatif oleh perangkat kalurahan, kepala dusun, dan tokoh masyarakat. Peta batas wilayah ini memberikan gambaran administratif yang lebih akurat, terstruktur, dan siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan desa.

Proses penyusunannya melibatkan penggunaan perangkat lunak GIS (Geographic Information System), termasuk pemetaan digital, pengolahan data spasial, serta verifikasi batas menggunakan data lapangan dan citra geografis. Mahasiswa berperan aktif dalam pemetaan lapangan, pengukuran menggunakan alat survei modern, serta digitalisasi peta dengan GIS, sehingga memperkuat integrasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan pembelajaran langsung.

Pemerintah Kalurahan Kaliagung menyampaikan bahwa peta batas wilayah ini sangat bermanfaat untuk mendukung ketertiban administrasi, penataan ruang, peningkatan pelayanan publik, serta penyusunan program pembangunan yang lebih presisi dan berbasis data.

Inisiatif penyusunan peta batas wilayah ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Kurikulum Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada: Penguatan SDM Geospasial untuk Mendukung Transformasi Digital

Jumat, 7 November 2025 — Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG) Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) ke-4 dalam rangka penyusunan dan penyelarasan kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penandatanganan kerja sama antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan PT Techno GIS Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Indoluxe Hotel Yogyakarta dan menghadirkan narasumber utama Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc., Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG).

Acara diawali dengan dua sesi penyerahan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai upaya memperkuat hubungan kelembagaan dalam pengembangan kompetensi geospasial nasional. Selanjutnya, dilakukan penyerahan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan PT Techno GIS Indonesia sebagai bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri geospasial. Penyerahan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Dr. Endang Soelistyowati, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM kepada Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc., selaku Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), serta kepada Ir. Sarono, S.Si., M.Eng. selaku CEO dan Direktur PT Techno GIS Indonesia. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan sinergi antara dunia akademik dan dunia industri guna mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.

Usai penyerahan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS), acara dilanjutkan dengan paparan oleh Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. selaku Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), yang menjadi narasumber utama dalam FGD ini. Beliau menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang informasi geospasial seiring dengan percepatan transformasi digital nasional. Beliau menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap peta dasar kini telah mencapai skala detil hingga 1:5.000 bahkan 1:1.000, menunjukkan semakin tingginya tuntutan terhadap data geospasial yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Rencana Strategis (Renstra) BIG 2025–2029 menekankan penguatan SDM bidang geospasial baik dari sisi jumlah, kapasitas, maupun kualitas. Berdasarkan PP No. 45 Tahun 2021, setiap individu yang terlibat dalam penyelenggaraan informasi geospasial wajib memiliki kualifikasi profesional yang terverifikasi. Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi bagi lulusan menjadi kebutuhan prioritas untuk menjawab tantangan tenaga kerja bersertifikat di bidang geospasial. Oleh karena itu, pendidikan vokasi berperan penting dalam mencetak tenaga geospasial bersertifikat dan berdaya saing global yang mampu mendukung implementasi berbagai target SDGs, terutama SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dan SDG 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi).

Dalam konteks pembaruan kurikulum, Prof. Aris menyampaikan sejumlah usulan penguatan area kompetensi bagi pendidikan vokasi. Di antaranya, integrasi data real-time berbasis cloud melalui IoT, penambahan modul GeoAI seperti Machine Learning for Spatial Data Science dan Digital Twins, penggunaan UAV dan LIDAR berbasis open-source, serta penguatan kemampuan Python for GIS, API Development, dan WebGIS Deployment. Ia juga menekankan pentingnya penguatan geo-entrepreneurship melalui pembelajaran berbasis proyek industri dan startup geospasial. Selain itu, beliau mendorong implementasi pendukung seperti magang dan sertifikasi, laboratorium cerdas geospasial, serta kelas kolaborasi nasional. Ketiga inisiatif tersebut diharapkan dapat melahirkan SDM vokasi yang siap kerja, adaptif, dan inovatif.

Prof. Aris juga menyampaikan bahwa kurikulum SIG perlu diarahkan untuk mendukung peningkatan Indeks Modal Manusia Indonesia menjadi 0,73 pada tahun 2045, sejalan dengan upaya nasional membangun generasi unggul di bidang teknologi dan inovasi. “Kurikulum yang adaptif dan kolaboratif akan melahirkan SDM geospasial unggul yang siap membangun bangsa,” ujarnya.

Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan terbangun sinergi antara dunia akademik, lembaga pemerintah, dan industri dalam memperkuat kurikulum SIG berbasis kebutuhan nasional dan perkembangan teknologi terkini serta memperkuat komitmennya dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja (link and match) serta mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals). FGD ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan vokasi geospasial yang relevan, inovatif, dan berdaya saing global.

Kolaborasi Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan PT RAPP dalam Program “Less Plastic Towards Go Green”

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menjalin kolaborasi dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) APRIL Group dalam program bertajuk “Less Plastic Towards Go Green”. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Program Less Plastic Towards Go Green merupakan inisiatif bersama untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kampus. Melalui program ini, PT RAPP menyerahkan tumblr ramah lingkungan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM). Pembagian tumblr tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan masyarakat kampus menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan menjadi simbol nyata dalam gerakan mengurangi sampah plastik.

Sementara itu, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemberian tumblr tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga bentuk edukasi dan ajakan kepada seluruh sivitas akademika untuk lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari. Dengan berkurangnya penggunaan botol plastik sekali pakai, kampus diharapkan menjadi lingkungan yang lebih hijau dan bebas dari sampah plastik.

Program ini juga menjadi contoh nyata implementasi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kolaborasi antara PT RAPP dan Sekolah Vokasi UGM menunjukkan bahwa kegiatan akademik dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan yang dikembangkan oleh sektor industri. Inisiatif seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat komitmen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM dalam mendukung capaian SDGs, khususnya tujuan nomor 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab responsible consumption and production, serta tujuan nomor 13 mengenai penanganan perubahan iklim climate action. Melalui penggunaan produk ramah lingkungan dan pengurangan limbah plastik, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kebijakan green campus UGM.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih luas antara Sekolah Vokasi UGM dan APRIL Group dalam bidang keberlanjutan dan inovasi lingkungan. Dengan semangat bersama menuju masa depan yang lebih hijau, inisiatif Less Plastic Towards Go Green diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.