Arsip:

ekosistem daratan

Kolaborasi SIG UGM dan Desa Sumberarum: Awal Transformasi Desa Berbasis Spasial

Magelang, 17 Mei 2025 — Program kolaborasi pembangunan desa berbasis data spasial resmi dimulai melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG) Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) dan Pemerintah Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Kerja sama ini menetapkan Sumberarum sebagai desa binaan selama 2025–2028 sebagai wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi meliputi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan dan penguatan data spasial desa yang akurat berbasis SIG.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani langsung oleh Bapak Muhzen Fanani selaku Kepala Desa Sumberarum, disaksikan oleh dosen Prodi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis, yaitu Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc. dan Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc., serta jajaran perangkat desa dan perwakilan tim SIG. Kerja sama ini menandai dimulainya program pengabdian masyarakat yang menjadikan Desa Sumberarum sebagai desa binaan sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung pembangunan desa berbasis teknologi geospasial.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa SIG UGM akan terlibat dalam proses akuisisi, integrasi, hingga analisis data spasial desa menggunakan teknologi yang relevan. Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan udara berbasis drone, survei terestris, pembuatan geodatabase terpadu desa, serta pemetaan tematik. Luaran hasil utama berupa produk peta yang akan diserahkan kepada pemerintah desa.

Kepala Desa Sumberarum menuturkan bahwa inisiatif ini menjadi langkah baik bagi desa dalam membangun ekosistem kemandirian data spasial. Karen Slamet Hardjo menekankan bahwa pengabdian ini berfokus pada peran setara, bukan sekadar pemberian output peta.

Sejalan dengan prioritas Pembangunan data spasial yang berkelanjutan, program desa binaan ini memberi dampak pada:

  1. SDGs Tujuan ke 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan — Peta desa yang dihasilkan akan membantu pemerintah desa dalam merancang tata ruang yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
  2. SDGs Tujuan ke 15: Melestarikan Ekosistem Daratan — Data spasial yang dikumpulkan dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melindungi area konservasi, lahan pertanian, serta sumber daya alam lokal.

Selain pemetaan, program binaan juga akan mencakup transfer kapasitas dan pengetahuan berbasis SIG kepada perangkat desa. Kerja sama ini mengusung pengabdian kepada masyarakat yang menempatkan data dan teknologi geospasial sebagai pondasi utama dan membuka ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa. Dengan antusiasme pemerintah desa dan dukungan akademisi, Desa Sumberarum diharapkan berkembang menjadi desa berbasis spasial yang mandiri dalam tata kelola data, adaptif terhadap teknologi, dan berkelanjutan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.

Membangun Desa Hijau melalui penyusunan Basisdata Geospasial dalam Mendukung Pelestarian Ekosistem di Kalurahan Ngargosari

Degradasi lingkungan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi dunia saat ini. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi lahan adalah beberapa contoh masalah lingkungan yang berdampak signifikan pada kehidupan manusia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), salah satunya adalah SDG ke-15 yang berfokus pada pelestarian ekosistem daratan.

Kalurahan Ngargosari, sebagai salah satu wilayah di Indonesia, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dapat mengancam kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Penyusunan basisdata Geopasial di wilayah Kalurahan Ngargosari, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan wilayah dan pengambilan kebijakan. read more