Arsip:

SDGs

Kuliah Umum GIS oleh Esri Indonesia: Membuka Wawasan Teknologi, Industri, dan Karier di Bidang Geospasial

Yogyakarta, 22 April 2026 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Geographic Information Systems in Practice: Technology, Industry, and Career Pathways”. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM menghadirkan tim dari Esri Indonesia sebagai narasumber utama dengan tujuan memberikan wawasan komprehensif mengenai perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) serta peluang karier di industri geospasial.

Acara diawali dengan registrasi peserta yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk kelancaran acara. Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi geospasial di era digital saat ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan industri. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Irvan Salim, BSc selaku Industry Enablement Program Team Lead dari Esri Indonesia yang mengapresiasi kolaborasi antara dunia akademik dan industri sebagai langkah strategis dalam mencetak talenta geospasial yang siap kerja.

Sementara itu, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM dalam sambutannya menegaskan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam memperluas jejaring kemitraan dengan industri guna meningkatkan kualitas lulusan. Beliau juga berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang.

Sebagai bentuk apresiasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata yang diberikan oleh Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM kepada pihak Esri Indonesia serta sesi foto bersama antara Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, pengelola dan dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta perwakilan Esri Indonesia.

Memasuki inti acara, sesi kuliah umum diisi dengan penyampaian materi oleh tim Esri Indonesia dan dipandu oleh moderator Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc. selaku Dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Materi pertama disampaikan oleh Irvan Salim, BSc yang memaparkan profil perusahaan serta peran Esri sebagai salah satu penyedia teknologi SIG terkemuka di dunia. Peserta kemudian diperkenalkan pada gambaran umum platform ArcGIS sebagai ekosistem perangkat lunak yang mendukung pengolahan, analisis, dan visualisasi data geospasial.

Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Yanuar Aji Nugroho, S.Si., M.Eng. selaku Product and Technology Team Lead Esri Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau membahas lebih dalam mengenai perkembangan teknologi SIG terkini, termasuk integrasi dengan kecerdasan buatan (GeoAI), serta pemanfaatan big data dalam analisis spasial. Beliau juga menyoroti bagaimana teknologi geospasial berperan penting dalam berbagai sektor dan dapat menangani berbagai masalah dalam perspektif keruangan.

Selain itu, sesi ini juga mengulas berbagai peluang karier di bidang geospasial. Tim Esri Indonesia memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri terhadap tenaga ahli SIG serta kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan. Peserta turut diperkenalkan dengan berbagai program yang disediakan oleh Esri Indonesia untuk mahasiswa, seperti pelatihan, sertifikasi, hingga peluang beasiswa.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sesi berbagi pengalaman dari penerima beasiswa ikatan dinas Esri Indonesia, yaitu Azril Rozaqi Al Rosyid dan Minarni Kukilo Buhana dari Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis angkatan 2022. Keduanya menceritakan pengalaman berharga selama menjalani program internship di Esri Indonesia, mulai dari keterlibatan dalam proyek nyata hingga pengembangan keterampilan teknis dan profesional di bidang SIG.

Melalui pengalaman tersebut, mereka tidak hanya memperdalam pemahaman terhadap teknologi geospasial, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai dinamika kerja di industri. Sesi ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana ilmu yang dipelajari dibangku kuliah dapat diaplikasikan secara langsung di dunia kerja, sekaligus memotivasi peserta untuk aktif mencari peluang pengembangan diri.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan oleh mahasiswa seputar teknologi SIG, implementasinya di dunia kerja, hingga strategi membangun karier di industri geospasial. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Irvan Salim, BSc dan Yanuar Aji Nugroho, S.Si, M.Eng., sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dengan foto bersama dan pemberian merchandise bagi peserta yang aktif bertanya. Kuliah umum ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era transformasi digital, khususnya dibidang geospasial.

Mendukung SDG 4: UGM Kembangkan Sistem Geospasial Akurat untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Yogyakarta, 25 Oktober 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui inovasi penelitian yang aplikatif. Tim peneliti dari Sekolah Vokasi dan Fakultas Geografi UGM telah berhasil merumuskan model analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang akurat untuk mengoptimalkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri berbasis domisili di Kota Yogyakarta.

Penelitian yang dipimpin oleh Taufik Hery Purwanto et al. ini bertujuan untuk mengatasi tantangan keadilan spasial dalam penerimaan peserta didik yang kerap muncul dalam sistem zonasi konvensional.

Solusi UGM untuk Keadilan Spasial Pendidikan

Sistem zonasi sebelumnya (PPDB) sering kali menimbulkan disparitas baru karena bergantung pada batas administratif dan rentan terhadap manipulasi dokumen kependudukan. Merespons hal ini, pemerintah memperkenalkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis domisili spasial aktual pada tahun 2025.

Tim peneliti UGM memanfaatkan kecanggihan teknologi SIG, khususnya metode Near Analysis, untuk memberikan solusi yang objektif dan transparan dalam penentuan jarak sekolah.

Temuan kunci dari penelitian ini menegaskan kontribusi UGM terhadap SDGs, yaitu:

  1. Akurasi Tinggi dan Keandalan Data: Metode pengukuran jarak otomatis berbasis SIG yang dikembangkan UGM menunjukkan korelasi yang sangat kuat ($r = 0,983-0,997$) dibandingkan pengukuran manual. Tingkat akurasi ini membuktikan bahwa kerangka spasial UGM dapat diandalkan untuk menggantikan perhitungan konvensional dan menjadi dasar perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
  2. Identifikasi Kesenjangan Akses (SDG 10): Analisis spasial secara jelas memvisualisasikan adanya ketimpangan akses pendidikan di Kota Yogyakarta. Wilayah pusat kota memiliki akses tinggi dengan banyak pilihan sekolah dalam jarak dekat (area kompetitif), sementara wilayah pinggiran kota memiliki akses yang lebih terbatas.
  3. Rekomendasi Rayonisasi Adaptif (SDG 4): Penelitian ini menghasilkan rekomendasi penetapan rayon dinamis yang disusun berdasarkan jarak spasial aktual, bukan sekadar batas administratf. Pendekatan ini mendukung tujuan pemerataan akses pendidikan secara adil, pengelolaan kapasitas sekolah yang optimal, serta mewujudkan keadilan spasial (spatial justice) dalam pendidikan.

Implementasi dan Dampak Jangka Panjang

Hasil analisis kedekatan berbasis SIG ini menjadi dasar konseptual untuk penetapan Rayonisasi Wilayah Domisili dalam sistem penerimaan peserta didik. Integrasi analisis spasial dalam sistem SPMB ini merupakan langkah strategis UGM dalam mendukung tata kelola pendidikan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan," ujar Barandi Sapto Widartono, salah satu peneliti. Pendekatan berbasis data geospasial ini memastikan bahwa kebijakan zonasi benar-benar bertujuan untuk mewujudkan hak setiap anak atas pendidikan yang setara, tanpa terhalang oleh faktor geografis atau manipulasi data.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa, memperkuat peran UGM sebagai institusi akademik yang berkontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat nasional.

Tentang Penelitian

Penelitian ini didanai oleh Dana Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Tahun Anggaran 2025 (No: 20/UN1/SV/K/2025) dan telah dipublikasikan dalam Majalah Geografi Indonesia.

Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pencapaian SDGs melalui penelitian inovatif yang memberikan solusi nyata bagi tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Kontak Media: Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si. Department of Earth Technology, Sekolah Vokasi (School of Applied Sciences), Universitas Gadjah Mada and Department of Geographic Information Science Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada Email: taufik@ugm.ac.id HP: 08121568317