Yogyakarta, 10 Februari 2025 – TILC (Technology and Innovation Learning Center) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pelatihan pengolahan data drone multispektral pada 10 Februari 2025. Pelatihan ini diikuti oleh dosen, laboran, dan mahasiswa tingkat akhir dari Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan dalam mengolah data yang dihasilkan oleh drone multispektral.

Narasumber dalam pelatihan ini adalah Bapak Alam dari Aksara Lab, yang memiliki pengalaman luas dalam pengolahan data geospasial dan teknologi drone. Bapak Alam membagikan pengetahuan dan keterampilan teknis kepada para peserta mengenai pengoperasian drone multispektral dan proses pengolahan citra. Teknologi fotogrametri yang digunakan dalam pemetaan dan analisis data geospasial memungkinkan peserta untuk memahami aplikasi teknologi drone dalam bidang pertanian, pemantauan vegetasi, serta analisis lingkungan.
Selain itu, pelatihan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari PT Geo Investama Mandiri (GIM), yang turut berkontribusi dalam berbagi wawasan tentang penggunaan teknologi drone multispektral dalam industri dan aplikasinya di dunia nyata. Kehadiran PT GIM semakin memperkaya pelatihan ini dengan perspektif industri yang relevan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor, seperti pemantauan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan pemetaan presisi.

Para peserta pelatihan memperoleh pemahaman mendalam tentang teknik pengolahan data drone dan penerapannya dalam menganalisis informasi yang lebih kompleks, seperti kondisi tanah, kesehatan tanaman, serta kualitas lingkungan. Diharapkan, pelatihan ini dapat memperkaya riset serta aplikasi teknologi di bidang kebumian dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara akademisi dan praktisi industri.
Melalui pelatihan ini, Sekolah Vokasi UGM berharap dapat terus memperkuat kompetensi mahasiswa dan staf pengajarnya dalam memanfaatkan teknologi terbaru untuk mendukung penelitian dan pengelolaan kebumian yang lebih efektif dan efisien. Hal tersebut selaras dengan fokus pada pendidikan berkualitas, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs).


