- Beranda
- Berita
Berita
Dukung SDG 8 dan SDG 11, DTK SV UGM Petakan Sebaran Usaha Mikro di Kabupaten Sleman
Berita Wednesday, 21 October 2026
Ilustrasi: usaha mikro di kawasan pinggiran kota Sleman.
Yogyakarta, 20 Oktober 2026 – Departemen Teknologi Kebumian (DTK), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan penelitian pemetaan sebaran usaha mikro di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Penelitian ini dilaksanakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman serta PT TechnoGIS Indonesia.
Usaha mikro merupakan sumber penghidupan bagi banyak keluarga di Sleman, mulai dari warung makan, toko kelontong, bengkel, hingga usaha kerajinan rumahan. Agar program pembinaan dapat menjangkau pelaku usaha secara tepat, pemerintah daerah membutuhkan informasi mengenai lokasi dan sebaran usaha mikro di setiap wilayah. Penelitian ini memadukan dua sumber data yang saling melengkapi, yaitu Satu Data UMKM yang dikelola Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman dan data tempat usaha di Google Maps, untuk menyusun gambaran sebaran usaha mikro hingga tingkat kalurahan.
Mendukung Pertumbuhan Usaha Mikro (SDG 8)
SDG 8 menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja yang layak, serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Informasi sebaran usaha yang disusun dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah merencanakan program pembinaan, pendampingan, dan layanan pendaftaran usaha yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah. Dengan program yang lebih tepat sasaran, pelaku usaha mikro di kota maupun desa memiliki peluang yang lebih setara untuk berkembang.
Perencanaan Wilayah yang Merata antara Kota dan Desa (SDG 11)
Kabupaten Sleman berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta dan mengalami perkembangan kawasan pinggiran kota yang cukup pesat. SDG 11 mendorong perencanaan wilayah yang inklusif serta keterkaitan ekonomi yang saling menguatkan antara kawasan perkotaan, pinggiran kota, dan perdesaan. Pemetaan kegiatan usaha mikro dengan pendekatan geospasial memberikan informasi berbasis lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar perencanaan pembangunan ekonomi wilayah yang lebih merata.
Kemitraan dan Keterlibatan Mahasiswa
Penelitian ini juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman mendukung akses terhadap Satu Data UMKM, sedangkan PT TechnoGIS Indonesia menjadi mitra teknis dalam penyediaan infrastruktur data geospasial.
Tim peneliti diketuai oleh Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si., dengan anggota Ade Febri Sandhini Putri, S.Si., M.Sc.; Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc.; Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc.; Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng.; Dr. Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc.; dan Ir. Sarono, S.Si., M.Eng. Tiga mahasiswa turut terlibat, yaitu Caca Cintiya Bela, Elang Gading Permana, dan M. Ivan Firmansyah. Elang Gading Permana berperan dalam pengumpulan data administrasi, sedangkan Caca Cintiya Bela dan M. Ivan Firmansyah melakukan pengumpulan data ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman. Keterlibatan ini memberi mahasiswa pengalaman langsung dalam memanfaatkan data pemerintah daerah untuk kegiatan riset.
Penelitian berjudul “Integrasi Google Places API dan Satu Data UMKM untuk Identifikasi Klaster Spasial Ekonomi Mikro di Kabupaten Sleman” ini berlangsung pada April hingga Oktober 2026 dan didanai melalui Hibah Riset dan Pembuatan Artikel Publikasi Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026 skema Penugasan. Hasil penelitian saat ini sedang disiapkan untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi.
ITB Kunjungi DTK SV UGM, Bahas Peluang Studi Magister bagi Lulusan SIG dan TSPD
Berita Tuesday, 20 October 2026
Yogyakarta, 19 Oktober 2026 - Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM), menerima kunjungan perwakilan Program Magister (S2) Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin (19/10). Kunjungan ini membahas peluang studi lanjut bagi lulusan Program Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), serta penjajakan pengembangan kerja sama meliputi, bidang sains dan teknik, pengembangan riset klaster bersama.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan ITB menyampaikan informasi mengenai Program Magister (S2) Teknik Geodesi dan Geomatika yang berada di bawah Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB. Pembahasan mencakup peluang melanjutkan studi, jalur penerimaan, serta berbagai skema yang dapat dipertimbangkan oleh lulusan SIG dan TSPD sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Program magister tersebut menjadi salah satu alternatif bagi lulusan DTK SV UGM untuk memperdalam kompetensi di bidang geodesi, geomatika, dan teknologi geospasial. Latar belakang pendidikan SIG dan TSPD memberikan dasar keilmuan dalam pengelolaan informasi geografis, survei, pemetaan, serta analisis data spasial yang relevan dengan pengembangan keilmuan pada jenjang pascasarjana. Selain membahas peluang studi lanjut, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik antara DTK SV UGM dan Departemen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB. Pengembangan kerja sama berpotensi mencakup bidang pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kolaborasi juga dapat diarahkan pada pengembangan teknologi dan penerapan ilmu geospasial untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan.
Perkembangan geospasial membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan analitis, serta kapasitas untuk mengembangkan inovasi. Oleh karena itu, sinergi antarinstitusi pendidikan tinggi menjadi penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Melalui kunjungan ini, DTK SV UGM berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan dengan ITB. Pertukaran informasi mengenai pendidikan magister dan peluang kolaborasi diharapkan dapat memperluas kesempatan pengembangan akademik bagi mahasiswa dan alumni, sekaligus memperkuat kontribusi kedua institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi geospasial di Indonesia.
Kunjungan SMA Negeri 1 Teras Boyolali ke Sekolah Vokasi UGM, Kenali Lebih Dekat Dunia Perguruan Tinggi
Berita Tuesday, 15 September 2026
Sebanyak 80 siswa dan guru pendamping dari SMA Negeri 1 Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, melakukan kunjungan edukatif ke Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya di Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi, pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hall Gedung Perpustakaan Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM, ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan kehidupan akademik di perguruan tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, materi pengenalan UGM disampaikan oleh Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP. Para siswa mendapatkan informasi mengenai Universitas Gadjah Mada, lingkungan akademik, pendidikan tinggi, serta gambaran pilihan studi yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
Selain mengenal UGM secara umum, peserta juga diperkenalkan dengan Sekolah Vokasi UGM sebagai bagian dari UGM yang menyelenggarakan pendidikan berbasis vokasi. Pengenalan tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai karakteristik pendidikan vokasi yang mengintegrasikan pembelajaran dengan keterampilan dan kebutuhan dunia kerja.
Melalui sesi tersebut, siswa juga memperoleh wawasan mengenai kehidupan perkuliahan dan berbagai peluang pengembangan diri di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan rencana pendidikan serta menentukan pilihan studi sesuai dengan minat dan tujuan mereka di masa mendatang.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi antara sivitas akademika UGM dengan siswa dan guru pendamping. Peserta dapat mengenal suasana lingkungan kampus sekaligus memperoleh informasi mengenai dunia pendidikan tinggi secara lebih dekat.
Kunjungan edukatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung peningkatan akses informasi dan wawasan pendidikan bagi peserta didik sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Implementasi Program Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Wilayah: Pelatihan Pengambilan Data Foto Udara Berbasis Drone untuk Mendukung Penyediaan Data Spasial Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo
Berita Wednesday, 9 September 2026
Yogyakarta, 4 September 2026 – Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertempat di Field Research Center (FRC) SV UGM, Wates, Kabupaten Kulon Progo. Program ini dirancang khusus untuk mendorong peningkatan kapasitas pamong kelurahan dalam mengelola informasi wilayah melalui pemanfaatan teknologi geospasial terkini. Pelatihan foto udara berbasis drone ini difokuskan sebagai sarana penguatan penyediaan data spasial untuk mendukung tata kelola kewilayahan di Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Nanggulan, Pengasih, dan Kokap.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan para Jogoboyo dari 87 Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo. Seluruh peserta yang berjumlah 87 orang tersebut didistribusikan ke dalam 4 kelas pelatihan, yaitu 2 kelas pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan 2 kelas pelatihan foto udara, di mana tiap-tiap kelas diisi oleh sekitar 20 peserta. Peran Jogoboyo yaitu membantu Lurah dalam pelaksanaan fungsi pemerintahan, keistimewaan pertanahan, serta ketertiban masyarakat menjadikan pelatihan akuisisi data spasial ini sangat relevan dengan kebutuhan tugas harian mereka. Proses registrasi peserta dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi pada pukul 08.30 WIB.
Seremonial pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian UGM, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., serta dilanjutkan oleh Drs. Jazil Ambal Was'an selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo. Kedua belah pihak menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian aparatur tingkat lokal untuk mengelola data berbasis keruangan. Usai pembukaan, sesi pelatihan kelas foto udara langsung dimulai dengan fokus pada pengenalan instrumen pemetaan udara.
Dalam sesi kelas, para fasilitator memberikan pematerian komprehensif mengenai komponen drone, sensor kamera, serta sistem kendali penerbangan. Peserta dibimbing untuk memahami bagaimana teknologi pemetaan udara bekerja dari tahap persiapan hingga eksekusi. Salah satu fokus utama pematerian adalah perancangan jalur penerbangan atau flight plan. Peserta mempelajari parameter teknis seperti penentuan batas wilayah pemetaan, pola jalur terbang, dan pengaturan cakupan pemotretan agar hasil akuisisi citra udara dapat membentuk peta ortofoto yang utuh dan akurat. Sesi ini memperjelas keterkaitan langsung antara perencanaan di atas kertas dengan kualitas data spasial yang dihasilkan.
Sinergi kegiatan ini turut diperkuat oleh keterlibatan PT. Geo Investama Mandiri sebagai mitra industri. Selain menyediakan dukungan perangkat drone standar survei, perwakilan PT. Geo Investama Mandiri bertindak sebagai pendamping teknis yang mendampingi dosen TSPD UGM dalam memberikan bimbingan praktis. Kehadiran pendamping teknis dari industri ini memberikan wawasan aplikatif bagi peserta mengenai standar operasional pemetaan udara profesional.
Rangkaian acara kemudian berpindah ke area luar gedung FRC SV UGM untuk kegiatan demonstrasi penerbangan. Di lapangan, instruktur memperagakan tahapan pengecekan kelaikan alat (pre-flight check), pemasangan baterai, serta pengecekan koneksi sinyal antara pengendali dan drone. Setelah semua parameter terpenuhi, drone dijalankan secara otomatis mengikuti jalur penerbangan yang telah diprogram. Para peserta menyaksikan secara langsung proses akuisisi foto udara dan mendiskusikan mekanisme pengambilan gambar di udara bersama para instruktur.
Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar menyeluruh yang memadukan teori akademis dengan praktik lapangan. Peningkatan kapasitas ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi para aparatur Kapanewon di Kulon Progo untuk secara mandiri mengenali potensi wilayah, mengumpulkan data lapangan, serta memanfaatkan informasi spasial sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah yang berbasis data. Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi geospasial, penguatan tata kelola berbasis data, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra industri.
Pemanfaatan Teknologi Geospasial Dorong Penguatan Tata Kelola Pemerintahan di Tingkat Kelurahan
Berita Tuesday, 8 September 2026
Kulon Progo, 4 September 2026 — Pemanfaatan teknologi geospasial menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengelolaan informasi wilayah di tingkat kelurahan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Global Navigation Satellite System (GNSS) kepada perangkat kelurahan di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, Wates, Kulon Progo.
Sebanyak 87 Jogoboyo yang mewakili kelurahan se-Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai Pamong Kelurahan, Jogoboyo memiliki peran dalam membantu Lurah pada bidang pemerintahan, ketenteraman, ketertiban, keamanan masyarakat, serta urusan keistimewaan pertanahan. Pemahaman terhadap informasi geospasial menjadi salah satu bekal yang dapat mendukung pelaksanaan tugas tersebut, khususnya dalam menghadapi informasi spasial dan permasalahan pertanahan di wilayah masing-masing.
Pelatihan memperkenalkan dua teknologi utama, yaitu GNSS untuk memperoleh informasi posisi suatu objek atau titik di lapangan secara terukur dan SIG untuk mengelola, mengolah, menganalisis, serta menyajikan data geospasial. Melalui pengenalan kedua teknologi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai perangkat yang digunakan, tetapi juga memahami alur dasar pengumpulan data hingga menjadi informasi spasial yang dapat digunakan dalam kebutuhan pemetaan.
Penerapan teknologi tersebut diperkenalkan melalui praktik secara langsung. Peserta melakukan pengukuran menggunakan metode Real-Time Kinematic (RTK) di sekitar FRC Sekolah Vokasi UGM untuk memperoleh data posisi di lapangan. Praktik didampingi oleh mitra dari PT Geo Investama Mandiri (GIM) Surveyor bersama dosen pendamping sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman dalam penggunaan perangkat GNSS dan pengumpulan data geospasial.
Data hasil pengukuran kemudian menjadi bagian dari materi pengolahan menggunakan perangkat lunak QGIS. Peserta diperkenalkan pada proses penyimpanan dan pengolahan data GNSS serta demonstrasi plot hasil pengukuran ke dalam QGIS. Data yang telah diolah selanjutnya dapat divisualisasikan dalam bentuk informasi spasial sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai hubungan antara data hasil pengukuran di lapangan dan penyajiannya dalam sistem informasi geografis.
Penguasaan proses tersebut dapat mendukung pemanfaatan data spasial dalam pengelolaan wilayah di tingkat kelurahan. Dengan memahami dasar penentuan posisi dan pengolahan data geospasial, peserta diharapkan mampu melakukan verifikasi awal terhadap informasi mengenai posisi atau lokasi suatu objek di lapangan. Pemahaman tersebut juga dapat menjadi bekal dalam pengelolaan informasi pertanahan serta mendukung pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.
Pemanfaatan GNSS dan SIG dalam kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pelatihan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan literasi digital aparatur desa. Penerapan teknologi geospasial juga mendorong SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat alih teknologi dan pengembangan infrastruktur data spasial digital. Penggunaan informasi geospasial mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui perencanaan dan pengelolaan wilayah berbasis data presisi. Selain itu, penguatan tata kelola pertanahan yang transparan mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), sementara kolaborasi antara UGM, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dan PT Geo Investama Mandiri mewujudkan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui kegiatan ini, pemanfaatan teknologi geospasial diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat GNSS dan SIG, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi perangkat kelurahan dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan informasi spasial sesuai kebutuhan wilayahnya. Dengan demikian, pemetaan dapat menjadi bagian dari upaya pengelolaan informasi dan tata kelola pemerintahan yang berbasis data serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Perkuat Kapasitas Perangkat Desa, Departemen Teknologi Kebumian UGM Gelar Pelatihan SIG dan GNSS
Berita Monday, 7 September 2026
Yogyakarta, 4 September 2026 – Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pemetaan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah. Kegiatan berlangsung pada Jumat (4/9) pukul 08.00–15.30 WIB di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, Kabupaten Kulon Progo, dengan melibatkan PT Geo Investama Mandiri sebagai mitra.
Kegiatan diikuti oleh 87 peserta yang merupakan Jagabaya sebagai perangkat desa dari berbagai kalurahan di Kabupaten Kulon Progo. Peserta hadir melalui perwakilan kalurahan untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung kebutuhan pemetaan di tingkat desa/kalurahan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, dan sambutan. Sambutan disampaikan oleh Kepala Departemen Teknologi Kebumian, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., Ketua Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Annisa Farida Hayuningsih, S.T., M.Eng., D.Sc., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas PMKal Dalduk KB) Kabupaten Kulon Progo, Drs. Jazil Ambar Was’an.
Pelatihan memberikan pengenalan mengenai Sistem Informasi Geografis dan pemanfaatannya untuk mengelola data yang berkaitan dengan lokasi atau wilayah. Salah satu perangkat lunak yang diperkenalkan adalah QGIS, yang digunakan untuk mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data spasial. Materi juga mencakup pengenalan sistem koordinat serta pengelolaan data spasial dan atribut dalam SIG.
Selain SIG, peserta memperoleh pengenalan mengenai teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk memperoleh data koordinat secara lebih presisi. Materi mencakup konsep dasar GNSS, perangkat yang digunakan, komponen alat, persiapan pengukuran, hingga pengaturan perangkat sebelum pengambilan data. Peserta juga diperkenalkan pada hubungan antara hasil pengukuran GNSS dengan data spasial yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pemetaan dan SIG.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pengukuran GNSS di sekitar kawasan Field Research Center. Peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses penggunaan perangkat GNSS, memahami fungsi komponen alat, serta berinteraksi dengan pemateri melalui pertanyaan dan diskusi. Demonstrasi pengukuran menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai proses memperoleh koordinat di lapangan untuk kebutuhan pemetaan.
Dalam demonstrasi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada tahapan persiapan pengukuran, pengaturan perangkat, serta pengambilan dan penyimpanan data koordinat. Tahapan tersebut meliputi pengecekan perangkat, pengaturan proyek dan sistem koordinat, konfigurasi base dan rover, hingga perekaman titik koordinat menggunakan perangkat pengendali.
Data hasil pengukuran kemudian diperkenalkan dalam proses pengolahan menggunakan QGIS. Peserta mendapatkan gambaran mengenai bagaimana koordinat hasil pengukuran dapat ditampilkan sebagai titik, dilengkapi dengan atribut, serta dikembangkan menjadi objek spasial seperti poligon. Meskipun pengolahan data dilakukan melalui demonstrasi, peserta dapat melihat keterkaitan antara proses pengukuran di lapangan dengan pengelolaan informasi spasial di dalam SIG.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari PT Geo Investama Mandiri serta Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M.Eng. Kehadiran pemateri dari mitra memberikan pengenalan langsung kepada peserta mengenai perangkat dan proses pengukuran GNSS, sekaligus mempertemukan kebutuhan di tingkat desa/kalurahan dengan penerapan teknologi geospasial dalam praktik.
Bagi perangkat desa, pemahaman mengenai SIG dan GNSS dapat menjadi bekal dalam mendukung berbagai kebutuhan pemetaan dan pengelolaan informasi spasial di wilayahnya. Data koordinat yang diperoleh melalui pengukuran dapat menjadi bagian dari informasi spasial yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan daerah, termasuk informasi batas wilayah serta kebutuhan pemetaan lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian perangkat desa dalam memahami data geospasial. Dengan mengenal proses pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data spasial, perangkat desa diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam memanfaatkan informasi berbasis lokasi untuk mendukung kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM menunjukkan peran nyata perguruan tinggi dalam memperluas pemanfaatan ilmu dan teknologi geospasial di masyarakat. Langkah ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas SDM aparatur desa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat alih teknologi dan inovasi digital geospasial, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) untuk perencanaan wilayah berbasis data, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) guna memperkuat tata kelola pemerintahan lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi kolaboratif antara akademisi, pemerintah daerah, dan mitra industri. Pengenalan SIG dan GNSS kepada perangkat desa diharapkan menjadi pijakan kokoh dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berbasis data, dan berkelanjutan.
Sekolah Vokasi UGM dan Weathernews Inc. Jepang Gelar Seminar Internasional Pemanfaatan Data Cuaca dan Teknologi Digital
Berita Monday, 7 September 2026
Yogyakarta, 2 September 2026 — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bekerja sama dengan Weathernews Inc., Jepang, menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Weather, Climate & Digital Technology: From Data to Intelligent Solutions” di Ballroom Teaching and Learning Center (TILC) SV UGM pada Rabu (2/9). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan pemanfaatan data cuaca dan iklim bagi sektor bisnis dan industri sekaligus mengeksplorasi penerapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) dan teknologi digital dalam menghasilkan solusi berbasis data.
Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng. selaku Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengapresiasi kolaborasi antardepartemen yang mendukung terselenggaranya seminar internasional tersebut. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Chihito Kusabiraki dan Hirokazu Koro dari Weathernews Inc. yang telah berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan data cuaca, iklim, dan teknologi digital kepada sivitas akademika SV UGM. Seminar diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari Departemen Teknologi Kebumian, Departemen Teknik Elektro dan Informatika, dan Departemen Teknik Sipil SV UGM. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Weathernews Inc. sebagai narasumber untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan teknologi dan pemanfaatan informasi cuaca serta iklim dalam mendukung inovasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Chihito Kusabiraki dari Weathernews Inc. menyampaikan materi bertajuk “Weather and Climate Information for Innovation, Business, and Climate Change Adaptation”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa informasi cuaca dan iklim dapat menjadi sumber data strategis untuk mendukung inovasi, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan di berbagai sektor. Pemanfaatan data tersebut semakin penting di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Dengan dukungan teknologi digital, kecerdasan artifisial, dan analisis data, informasi cuaca dan iklim dapat diolah menjadi solusi yang lebih akurat dan relevan bagi kebutuhan pengguna. Pemanfaatannya mencakup berbagai bidang, seperti transportasi, energi, pertanian, kebencanaan, dan kelautan, sekaligus mendukung upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.
Selain itu, Hirokazu Koro menyampaikan informasi mengenai kompetisi dan peluang partisipasi mahasiswa dalam bidang pemanfaatan data observasi satelit. Kesempatan tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan jejaring internasional sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis data dan menghasilkan solusi inovatif berbasis teknologi. Salah satu peluang yang diperkenalkan adalah 2nd Satellite Observation Data Utilization Contest, yang mengusung semangat “To analyze satellite data, understand the Earth, create solutions for a better future”. Kompetisi tersebut ditujukan bagi mahasiswa perguruan tinggi di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam kesempatan ini, SV UGM memperoleh tawaran untuk mengikutsertakan hingga sembilan tim mahasiswa. Sebagai bagian dari dukungan terhadap kompetisi, peserta berkesempatan memperoleh perangkat pendukung pengamatan satelit, seperti antena dan penerima (receiver), yang disediakan oleh Weathernews Inc. Kesempatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah dan menganalisis data observasi satelit. Tim dengan capaian terbaik juga berpeluang memperoleh kesempatan untuk berkunjung ke Jepang sebagai bagian dari rangkaian kompetisi.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi SV UGM untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan data kebumian dan teknologi digital sekaligus memperkuat kolaborasi internasional. Melalui kegiatan seminar dan peluang kompetisi tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi dalam pengolahan data, teknologi digital, serta pemecahan masalah berbasis data yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan perubahan iklim. SV UGM terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana menghasilkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan kebumian. Kolaborasi dengan Weathernews Inc. diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi sivitas akademika SV UGM untuk terlibat dalam pengembangan teknologi dan inovasi di bidang cuaca, iklim, serta observasi bumi.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran dan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi dan pemanfaatan data satelit, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan pemahaman terhadap informasi cuaca, iklim, dan adaptasi perubahan iklim; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama internasional antara SV UGM dan Weathernews Inc., Jepang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan pembelajaran, inovasi, dan pengembangan solusi berbasis teknologi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Wilayah Berbasis Spasial Melalui Pelatihan Foto Udara di Kabupaten Kulon Progo
Berita Sunday, 6 September 2026
Kulon Progo, 4 September 2026 — Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pelatihan foto udara sebagai upaya meningkatkan kapasitas tata kelola wilayah berbasis data spasial di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Wilayah Berbasis Spasial Melalui Pelatihan Foto Udara di 6 Kapanewon Kabupaten Kulon Progo (Studi Kasus Kapanewon Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates)” dilaksanakan pada Jumat (4/9) di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, Wates, Kulon Progo.
Peserta kegiatan merupakan para Jogoboyo, yaitu pamong kalurahan di wilayah kabupaten Kulon Progo yang memiliki peran dalam membantu Lurah dalam pelaksanaan pemerintahan serta berbagai urusan kewilayahan. Peserta mewakili masing-masing dari 87 Kalurahan se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan diawali dengan registrasi pada pukul 08.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pada pukul 08.30 WIB yang diisi dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., serta sambutan dari Drs. Jazil Ambal Was’an selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo.
Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi di dalam kelas mengenai pengenalan teknologi drone untuk pemetaan dan foto udara. Dalam pelaksanaan praktik foto udara, kegiatan ini turut memperoleh dukungan dari PT. Geo Investama Mandiri melalui penyediaan perangkat foto udara serta keterlibatan perwakilan perusahaan sebagai pendamping teknis. Perwakilan PT. Geo Investama Mandiri bersama dosen TSPD UGM memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah teknis pengoperasian perangkat foto udara, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman dari sisi akademik sekaligus praktik yang diterapkan dalam dunia survei dan pemetaan.
Peserta diperkenalkan pada fungsi drone sebagai salah satu teknologi akuisisi data spasial yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi wilayah dari udara. Materi juga mencakup pengenalan bagian-bagian utama drone, fungsi kamera, sistem kendali penerbangan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penerbangan.
Selain pengenalan perangkat, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tahapan perencanaan kegiatan foto udara, mulai dari menentukan area yang akan dipetakan, menentukan batas wilayah pemetaan, hingga menyusun jalur penerbangan. Pembuatan jalur penerbangan menjadi salah satu materi penting karena menentukan cakupan wilayah dan pola pengambilan foto udara selama drone melakukan pemotretan.
Peserta kemudian diberikan demonstrasi mengenai proses pembuatan jalur penerbangan atau flight plan berdasarkan area yang akan dipetakan. Dalam sesi tersebut dijelaskan bagaimana menentukan arah jalur, cakupan pemotretan, serta pola penerbangan agar foto yang diperoleh dapat mencakup wilayah secara sistematis. Materi disampaikan secara bertahap sehingga peserta dapat memahami hubungan antara perencanaan penerbangan dengan hasil data foto udara yang akan diperoleh.
Setelah penyampaian materi di kelas, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan drone di lapangan di sekitar Field Research Center (FRC). Peserta dapat melihat secara langsung tahapan persiapan sebelum penerbangan, mulai dari pemeriksaan kondisi perangkat, pemasangan baterai, pengecekan sistem drone dan kamera, hingga persiapan jalur penerbangan yang telah direncanakan.
Pada kegiatan lapangan tersebut, instruktur juga memperagakan proses pengoperasian drone sesuai dengan jalur yang telah dibuat. Peserta memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses penerbangan, pengambilan foto udara, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama drone berada di udara. Demonstrasi ini menjadi bagian penting untuk menghubungkan materi teoritis yang telah diberikan di dalam kelas dengan penerapannya di lapangan.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai teknologi drone dan tahapan perencanaan foto udara. Pengetahuan mengenai perangkat, perencanaan jalur, dan proses penerbangan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengenali potensi pemanfaatan data foto udara untuk mendukung kebutuhan informasi spasial di wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi geospasial untuk mendukung tata kelola wilayah. Dengan memahami proses dasar akuisisi data menggunakan drone, peserta diharapkan dapat mengenali bagaimana informasi kondisi wilayah dari udara dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber data dalam mendukung perencanaan, pemantauan, dan pengelolaan wilayah secara lebih berbasis spasial.
Kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan peserta, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi drone dan geospasial, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui dukungan data spasial bagi perencanaan dan pengelolaan wilayah, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan kapasitas aparatur dalam tata kelola berbasis data, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra industri.
DTK SV UGM Gelar Pelepasan 35 Wisudawan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026
Berita Monday, 24 August 2026
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) menyelenggarakan Pelepasan Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (19/8) di Hall Gedung Perpustakaan SV UGM. Sebanyak 35 wisudawan dilepas pada periode ini yang terdiri atas 24 lulusan Program Studi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan 11 lulusan Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD).
Kegiatan diawali dengan persembahan penampilan tarian tradisional dari mahasiswa. Rangkaian sambutan diawali oleh Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Elan Fajar Hanifan (TSPD 2024) selaku Ketua KMDTK (Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian), dan Syifa Us Sudur (TSPD 2022) selaku perwakilan wisudawan. Prosesi pelepasan dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada para wisudawan. Plakat wisudawan SIG diserahkan oleh Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc. dan Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc., sedangkan plakat wisudawan TSPD diserahkan oleh Annisa Farida Hayuningsih, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar.
DTK SV UGM memberikan apresiasi kepada sejumlah wisudawan atas capaian akademik dan masa studi mereka. Predikat IPK tertinggi Program Studi TSPD diraih oleh Syifa Us Sudur (TSPD 2022) dengan IPK 3,92 sedangkan dari Program Studi SIG diraih oleh Salsabila Eka Fadila dan Hayyu Rahmayani Puspitasari (SIG 2022) dengan IPK 3,85. Untuk kategori masa studi tercepat, Nurnita Permatasari (SIG 2022) menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 9 bulan 11 hari, sedangkan Syifa Us Sudur, Muhammad Iqbal Ariq, dan Muhammad Ridho Muzakki (TSPD 2022) menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan 15 hari. Apresiasi juga diberikan kepada wisudawan termuda dari program studi TSPD, predikat tersebut diraih oleh Siti Rauda Afiani (TSPD 2022) pada usia 21 tahun 10 bulan 6 hari. Sementara itu, dari Program Studi SIG, wisudawan termuda diraih oleh Camila Fauzia (SIG 2022) yang berusia 21 Tahun 6 Bulan 2 Hari. Capaian tersebut menjadi bagian dari catatan prestasi para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan.
Suasana pelepasan semakin semarak dengan penampilan musik dari band DTK dan tari tradisional yang dibawakan oleh mahasiswa DTK SV UGM. Selain itu, wisudawan Laila Nur Azizah (SIG 2022) mempersembahkan sebuah lagu untuk para dosen, tenaga kependidikan, wisudawan, dan orang tua wisudawan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai momentum untuk mengabadikan kebersamaan bersama para wisudawan. Suasana pelepasan semakin meriah dengan arak-arakan Pasak Bumi yang menjadi salah satu simbol kebersamaan mahasiswa dalam menyambut serta mengantar para wisudawan. Kegiatan tersebut turut menghadirkan semangat kebersamaan dan kemeriahan di tengah rangkaian pelepasan, sekaligus menjadi bentuk apresiasi mahasiswa kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan masa studi di DTK SV UGM.
Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas pencapaian yang telah diraih selama menempuh pendidikan di DTK SV UGM. Kegiatan pelepasan menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas capaian akademik sekaligus melepas para lulusan untuk melanjutkan perjalanan profesional dan pengabdian di berbagai bidang geospasial. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat menjadi landasan dalam menghadapi perkembangan teknologi kebumian dan geospasial yang semakin dinamis.
Selamat kepada seluruh wisudawan atas capaian yang telah diraih. Semoga ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang diperoleh selama masa studi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung kemajuan bidang geospasial di Indonesia