Ilustrasi pos hujan di tengah lanskap Bali (ilustrasi dibuat dengan AI).
Yogyakarta - Tim peneliti Departemen Teknologi Kebumian (DTK) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melaksanakan penelitian untuk meningkatkan akurasi data curah hujan di Pulau Bali. Penelitian yang berlangsung pada April hingga Oktober 2026 ini dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai mitra.
Data curah hujan merupakan salah satu masukan utama dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, termasuk dalam pemantauan dan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Kebutuhan ini juga relevan bagi Bali, yang beberapa kali mengalami kejadian banjir dan longsor, di antaranya pada September 2025.
Kondisi Bali memiliki karakteristik tersendiri. Deretan gunung api di bagian tengah pulau membuat jumlah hujan bervariasi dalam jarak yang relatif dekat; lereng pegunungan dapat menerima hujan sekitar tiga kali lebih banyak dibandingkan pesisir utara. Di sisi lain, sebagian besar pos hujan berada di dataran rendah, sehingga kondisi di wilayah pegunungan belum terwakili dengan baik.
Pada tahap awal, tim memeriksa catatan hujan dari 103 pos hujan BMKG di Bali. Setiap pos diperiksa kelengkapan dan konsistensi catatannya dari tahun ke tahun. Hasilnya, 80 pos dinyatakan layak digunakan sebagai data acuan.
Tahap pemeriksaan kualitas data pos hujan.
Data dari 80 pos hujan tersebut kemudian dibandingkan dengan dua produk curah hujan satelit, yaitu CHIRPS dan CMORPH. Evaluasi awal menunjukkan bahwa data satelit mampu menggambarkan pola musim hujan dan kemarau, tetapi perkiraan jumlah hujannya masih perlu dikoreksi, terutama di wilayah lereng pegunungan.
Titik hijau menunjukkan pos hujan yang datanya layak digunakan, titik merah yang tidak lolos pemeriksaan. Kotak-kotak di latar belakang adalah petak data satelit.
Tahap selanjutnya adalah menggabungkan data pos hujan terseleksi dengan data satelit untuk menghasilkan peta curah hujan yang lebih akurat bagi seluruh Bali. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam perencanaan kesiapsiagaan bencana.
Tim peneliti dipimpin oleh Ade Febri Sandhini Putri, S.Si., M.Sc., bersama Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc., dan Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si., serta mitra peneliti Imron Ade Rangga, S.Tr., M.Sc. dari BMKG. Penelitian ini didanai oleh Hibah Penelitian dan Publikasi Afirmasi SV UGM 2026.
Kontribusi terhadap SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim • Target 13.1: memperkuat ketahanan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam, melalui penyediaan data curah hujan yang lebih akurat untuk kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi. |