Arsip:

KULIAH UMUM

Eksplorasi Drone LiDAR, Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Ikuti Kuliah Umum dan Praktik Bersama Praktisi Industri

Yogyakarta, 27 April 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (dtk SV UGM) mengikuti kuliah umum bertajuk “One Flight, Millions of Points: Performance Evaluation of DJI Zenmuse L3 LiDAR on the M400 Platform”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial, khususnya terkait pemanfaatan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) berbasis drone untuk menghasilkan data berpresisi tinggi.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari PT Geo Investama Mandiri (GIM Surveyor), Rahmat Muslih Febriyanto, S.T., selaku Direktur PT Geo Investama Mandiri. Dalam pemaparannya, Rahmat menjelaskan secara komprehensif mengenai performa sensor LiDAR DJI Zenmuse L3 yang diintegrasikan dengan platform drone M400 dalam kegiatan survei dan pemetaan. Ia juga membagikan pengalaman implementasi teknologi tersebut dalam berbagai proyek industri, mulai dari pemetaan topografi hingga pemantauan infrastruktur.

Kegiatan yang berlangsung di Hall Gedung Perpustakaan SV UGM ini dibuka dengan sambutan dari, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta Rahmat Muslih Febriyanto, S.T., selaku Direktur PT Geo Investama Mandiri. Dalam sambutannya, Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan industri sebagai langkah untuk menjembatani kebutuhan akademik dengan tuntutan dunia kerja. Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Geo Investama Mandiri juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial yang sangat pesat menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang aplikatif.

Kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, terutama terkait aspek teknis penggunaan LiDAR, tantangan di lapangan, serta proses pengolahan data. Diskusi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman sekaligus memperoleh wawasan langsung dari praktisi yang berpengalaman dibidangnya.

Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan pada konsep dasar hingga penerapan lanjutan teknologi LiDAR. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah kemampuan sistem LiDAR dalam menghasilkan jutaan titik data (point cloud) hanya dalam satu kali penerbangan drone. Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi geospasial yang akurat dan detail yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Selain itu, narasumber juga menjelaskan alur kerja teknologi LiDAR secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan misi penerbangan, akuisisi data di lapangan, proses pengolahan data menggunakan perangkat lunak khusus, hingga tahap evaluasi kualitas data. Penjelasan ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai bagaimana teknologi tersebut diterapkan dalam praktik profesional.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung di lapangan dan praktik pengolahan data LiDAR. Mahasiswa berkesempatan untuk melihat dan terlibat dalam proses penerbangan drone serta pengambilan data LiDAR. Melalui praktik ini, peserta dapat memahami secara lebih mendalam prosedur operasional serta tantangan teknis yang dihadapi dalam kegiatan survei berbasis drone.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dengan foto bersama dan pemberian merchandise bagi peserta yang aktif. Kegiatan kuliah umum dan praktik ini menjadi salah satu wujud komitmen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini. Melalui kolaborasi dengan mitra industri, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa TSPD mampu mengembangkan kompetensi di bidang geospasial secara lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri akan terus diperkuat guna mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berbasis data geospasial.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Kuliah Umum PT Aspac Geo Survey Dorong Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

Yogyakarta, 24 April 2026 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) menjalin kerja sama strategis dengan PT Aspac Geo Survey melalui kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Kuliah Umum yang diselenggarakan di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri geospasial di tengah pesatnya perkembangan teknologi pemetaan modern.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Endang Soelistyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Sekolah Vokasi UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kevin Sie selaku Chief Executive Officer PT Aspac Geo Survey yang menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dibidang geospasial melalui program kolaboratif dengan perguruan tinggi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama (MoU dan Perjanjian Kerja Sama) antara Sekolah Vokasi UGM dan PT Aspac Geo Survey. Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Endang Soelistyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM serta Kevin Sie selaku Chief Executive Officer PT Aspac Geo Survey.

Usai penandatanganan, sesi foto bersama dan penyerahan plakat sebagai simbol penguatan kemitraan. Sesi ini dihadiri oleh Kevin Sie selaku Chief Executive Officer PT Aspac Geo Survey, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, Alvin Sie selaku Chief Operating Officer PT Aspac Geo Survey, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Momen ini menjadi representasi komitmen bersama dalam mendukung kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang mengangkat tema “Better Engineering for Better Future: Point Cloud Processing and NavVis MLX 3D Scanning”. Sesi ini disampaikan oleh Ziki Wahyu Rinaldi selaku Product & Business Development Manager PT Aspac Geo Survey. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perkembangan teknologi geospasial terkini, khususnya dalam pengolahan data dan pemanfaatan teknologi LiDAR untuk ekstraksi fitur serta pemodelan tiga dimensi.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar alur pengolahan data, hingga penerapannya di berbagai sektor seperti konstruksi, pemetaan infrastruktur, dan dokumentasi bangunan. Selain itu, dijelaskan pula pemanfaatan teknologi pemindaian berbasis SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang memungkinkan proses akuisisi data dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan akurat. Pemahaman terhadap teknologi ini dinilai menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa dibidang survei dan pemetaan.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi alat pemindaian 3D NavVis MLX yang dibawakan oleh Niken Ayu Safitri selaku Product Specialist PT Aspac Geo Survey. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan secara langsung dengan perangkat NavVis MLX dari cara penggunaan, proses pengambilan data, dan hasil pemindaian yang dihasilkan.

Mahasiswa DTK SV UGM juga diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung alat tersebut. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mempraktikkan penggunaan NavVis MLX serta memahami bagaimana teknologi ini dimanfaatkan dalam kegiatan survei dan pemetaan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teknologi geospasial modern di dunia industri.

Kegiatan kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi, tantangan dalam pengolahan data geospasial, serta peluang karier di industri survei dan pemetaan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi geospasial terkini.

Kolaborasi antara Sekolah Vokasi UGM dan PT Aspac Geo Survey ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis praktik serta memperkuat keterkaitan antara kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat tercipta sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi dibidang geospasial.

Kuliah Umum GIS oleh Esri Indonesia: Membuka Wawasan Teknologi, Industri, dan Karier di Bidang Geospasial

Yogyakarta, 22 April 2026 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Geographic Information Systems in Practice: Technology, Industry, and Career Pathways”. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM menghadirkan tim dari Esri Indonesia sebagai narasumber utama dengan tujuan memberikan wawasan komprehensif mengenai perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) serta peluang karier di industri geospasial.

Acara diawali dengan registrasi peserta yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk kelancaran acara. Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi geospasial di era digital saat ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan industri. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Irvan Salim, BSc selaku Industry Enablement Program Team Lead dari Esri Indonesia yang mengapresiasi kolaborasi antara dunia akademik dan industri sebagai langkah strategis dalam mencetak talenta geospasial yang siap kerja.

Sementara itu, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM dalam sambutannya menegaskan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam memperluas jejaring kemitraan dengan industri guna meningkatkan kualitas lulusan. Beliau juga berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang.

Sebagai bentuk apresiasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata yang diberikan oleh Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM kepada pihak Esri Indonesia serta sesi foto bersama antara Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, pengelola dan dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta perwakilan Esri Indonesia.

Memasuki inti acara, sesi kuliah umum diisi dengan penyampaian materi oleh tim Esri Indonesia dan dipandu oleh moderator Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc. selaku Dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Materi pertama disampaikan oleh Irvan Salim, BSc yang memaparkan profil perusahaan serta peran Esri sebagai salah satu penyedia teknologi SIG terkemuka di dunia. Peserta kemudian diperkenalkan pada gambaran umum platform ArcGIS sebagai ekosistem perangkat lunak yang mendukung pengolahan, analisis, dan visualisasi data geospasial.

Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Yanuar Aji Nugroho, S.Si., M.Eng. selaku Product and Technology Team Lead Esri Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau membahas lebih dalam mengenai perkembangan teknologi SIG terkini, termasuk integrasi dengan kecerdasan buatan (GeoAI), serta pemanfaatan big data dalam analisis spasial. Beliau juga menyoroti bagaimana teknologi geospasial berperan penting dalam berbagai sektor dan dapat menangani berbagai masalah dalam perspektif keruangan.

Selain itu, sesi ini juga mengulas berbagai peluang karier di bidang geospasial. Tim Esri Indonesia memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri terhadap tenaga ahli SIG serta kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan. Peserta turut diperkenalkan dengan berbagai program yang disediakan oleh Esri Indonesia untuk mahasiswa, seperti pelatihan, sertifikasi, hingga peluang beasiswa.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sesi berbagi pengalaman dari penerima beasiswa ikatan dinas Esri Indonesia, yaitu Azril Rozaqi Al Rosyid dan Minarni Kukilo Buhana dari Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis angkatan 2022. Keduanya menceritakan pengalaman berharga selama menjalani program internship di Esri Indonesia, mulai dari keterlibatan dalam proyek nyata hingga pengembangan keterampilan teknis dan profesional di bidang SIG.

Melalui pengalaman tersebut, mereka tidak hanya memperdalam pemahaman terhadap teknologi geospasial, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai dinamika kerja di industri. Sesi ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana ilmu yang dipelajari dibangku kuliah dapat diaplikasikan secara langsung di dunia kerja, sekaligus memotivasi peserta untuk aktif mencari peluang pengembangan diri.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan oleh mahasiswa seputar teknologi SIG, implementasinya di dunia kerja, hingga strategi membangun karier di industri geospasial. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Irvan Salim, BSc dan Yanuar Aji Nugroho, S.Si, M.Eng., sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dengan foto bersama dan pemberian merchandise bagi peserta yang aktif bertanya. Kuliah umum ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era transformasi digital, khususnya dibidang geospasial.