Arsip:

SDG 11: KOTA DAN PERMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Perkuat Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo

Kulon Progo, 28 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kabupaten Kulon Progo di Kantor DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna mendukung pelaksanaan berbagai program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi geospasial. Koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai kebutuhan wilayah, mekanisme pelaksanaan kegiatan, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis data.

Pada kesempatan tersebut, Tim Pengabdian TSPD memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo. Program-program tersebut meliputi pelatihan foto udara, pemetaan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), pemanfaatan teknologi drone untuk penyediaan data spasial, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan wilayah secara partisipatif dan berkelanjutan.

 

Melalui berbagai program tersebut, Departemen Teknologi Kebumian berupaya mendorong pemanfaatan teknologi survei dan pemetaan sebagai instrumen dalam mendukung perencanaan pembangunan berbasis data spasial. Selain meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah di tingkat kapanewon dan kalurahan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan dan pembangunan wilayah.

Koordinasi bersama DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo juga menghasilkan kesepahaman mengenai pelaksanaan kegiatan di lapangan, sehingga setiap program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menunjukkan komitmen Departemen Teknologi Kebumian dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan dan kebutuhan daerah. Pelaksanaan program juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan tata kelola wilayah berbasis data spasial, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pelatihan LiDAR Topocraft bertajuk Precision Mapping Lab 2026 bersama Aksara Lab Indonesia

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas melalui Pelatihan LiDAR Topocraft: Precision Mapping Lab 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Riset dan Pengembangan Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian (KMDTK) periode 2025/2026 yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis di bidang geospasial, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.

Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi strategis dengan Aksara Lab Indonesia sebagai mitra profesional di bidang teknologi survei dan pemetaan. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan akademik dan praktik industri, khususnya dalam pengolahan data LiDAR.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 08.00–12.00 WIB di Laboratorium Geomatika C, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa lintas program studi dan perguruan tinggi hingga peserta dari kalangan umum. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguasaan teknologi LiDAR semakin luas dan relevan di berbagai sektor.

Secara substansi, pelatihan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis untuk memahami alur kerja (workflow) pengolahan data LiDAR secara komprehensif dan presisi. Peserta dibekali pemahaman mulai dari proses akuisisi, pengolahan, hingga interpretasi data, guna menghasilkan informasi geospasial yang akurat dan sesuai dengan standar profesional di industri pemetaan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Pelatihan LiDAR Topocraft menjadi wadah kolaboratif untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengeksplorasi potensi riset berbasis data geospasial. Ruang interaksi yang terbuka ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan tantangan di bidang kebumian, khususnya dalam navigasi dan perencanaan tata ruang. Melalui kegiatan ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, dalam menghadapi perkembangan teknologi geospasial yang semakin pesat.

Pelatihan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan teknis peserta, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan serta pengembangan teknologi LiDAR dalam bidang geospasial, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penyediaan data spasial yang akurat untuk perencanaan wilayah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri.