Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas melalui Pelatihan LiDAR Topocraft: Precision Mapping Lab 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Riset dan Pengembangan Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian (KMDTK) periode 2025/2026 yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis di bidang geospasial, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.
Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi strategis dengan Aksara Lab Indonesia sebagai mitra profesional di bidang teknologi survei dan pemetaan. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan akademik dan praktik industri, khususnya dalam pengolahan data LiDAR.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 08.00–12.00 WIB di Laboratorium Geomatika C, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa lintas program studi dan perguruan tinggi hingga peserta dari kalangan umum. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguasaan teknologi LiDAR semakin luas dan relevan di berbagai sektor.
Secara substansi, pelatihan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis untuk memahami alur kerja (workflow) pengolahan data LiDAR secara komprehensif dan presisi. Peserta dibekali pemahaman mulai dari proses akuisisi, pengolahan, hingga interpretasi data, guna menghasilkan informasi geospasial yang akurat dan sesuai dengan standar profesional di industri pemetaan.
Lebih dari sekadar pelatihan, Pelatihan LiDAR Topocraft menjadi wadah kolaboratif untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengeksplorasi potensi riset berbasis data geospasial. Ruang interaksi yang terbuka ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan tantangan di bidang kebumian, khususnya dalam navigasi dan perencanaan tata ruang. Melalui kegiatan ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, dalam menghadapi perkembangan teknologi geospasial yang semakin pesat.
Pelatihan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan teknis peserta, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan serta pengembangan teknologi LiDAR dalam bidang geospasial, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penyediaan data spasial yang akurat untuk perencanaan wilayah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri.