Arsip:

SDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITAS

Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Terpilih sebagai Delegasi Indonesia dalam SEMI Tech Zoomers 2026 di Malaysia

Khansa Eka Maulana, mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) berhasil terpilih sebagai salah satu delegasi perwakilan Indonesia dalam ajang Exhibition dan Bootcamp SEMI Tech Zoomers. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian utama SEMICON Southeast Asia 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam kegiatan tersebut, Khansa tergabung bersama empat mahasiswa Sekolah Vokasi UGM lainnya, yaitu Mustafa Akmal Fakhrizal, Maulidan Imtinan Ahmada, Raden Roro Wyne Ananda Desideria, dan Gabriel Aurellia Manullang. Kelima mahasiswa ini menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang mengikuti kegiatan bersama peserta dari berbagai negara, seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Australia.

SEMI Tech Zoomers menjadi ruang bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat ekosistem industri semikonduktor, mulai dari proses manufaktur, pengembangan teknologi, hingga penerapan analisis data dalam penyelesaian persoalan industri. Bagi Khansa, pengalaman ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan di luar ruang perkuliahan, khususnya dalam memahami keterkaitan antara kompetensi teknis, analisis data, dan kebutuhan industri global.

Sebagai bagian dari kegiatan bootcamp, para peserta ditugaskan untuk menyelesaikan studi kasus nyata dari sejumlah perusahaan semikonduktor. Mereka diminta merumuskan solusi terhadap permasalahan manufaktur yang dihadapi industri. Tantangan ini menuntut kemampuan berpikir analitis, kerja sama lintas disiplin, serta ketepatan dalam membaca persoalan teknis.

“Kami ditantang untuk memberikan solusi pada problem manufaktur nyata. Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang memberikan gambaran mengenai pengalaman industri semikonduktor dengan perspektif lintas disiplin, seperti analisis pendekatan machine learning untuk logistik industri maupun analisis prediksi dalam konteks manufacturing,” ujar Khansa, salah satu perwakilan tim, Kamis (7/5).

Selain mengikuti sesi bootcamp, para peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan ke beberapa pusat riset dan manufaktur di Malaysia, yaitu MIMOS Berhad serta ON Semiconductor Site 1 dan Site 2. Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai proses produksi wafer dan chip semikonduktor yang menjadi komponen penting dalam perkembangan teknologi modern.

Keikutsertaan Khansa dalam kegiatan ini menjadi capaian membanggakan bagi Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa departemen memiliki peluang luas untuk terlibat dalam forum teknologi berskala internasional, termasuk pada sektor industri yang menuntut kemampuan analitis, adaptasi teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin.

Melalui partisipasi dalam SEMI Tech Zoomers 2026, para delegasi dari Indonesia diharapkan dapat membawa pengalaman dan wawasan baru yang menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta berani mengambil peran dalam perkembangan teknologi di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis/Foto: Khansa Eka Maulana

Editor: -

Kolaborasi Industri dan Akademisi, Bhumi Varta Technology Jalin Kerja Sama Strategis dengan Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta, 19 Mei 2026 — Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) menerima kunjungan dari Bhumi Varta Technology yang diselenggarakan selama dua hari pada 18–19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri geospasial. Agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bhumi Varta Technology dan DTK SV UGM. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang penyelenggaraan kegiatan magang industri, pelaksanaan kegiatan praktisi mengajar, dan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan pendidikan pada bidang teknologi dan informasi geospasial.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rivan Harits selaku Head of Sales Bhumi Varta Technology dan Rania Brawijaya selaku Business Development Partnership Specialist Bhumi Varta Technology turut berkontribusi sebagai mitra praktisi dalam kuliah teori mata kuliah Aplikasi SIG untuk Sosial, Ekonomi, dan Bisnis serta Aplikasi SIG untuk Transportasi dan Logistik pada Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Angkatan 2023 (Semester 6). Kehadiran praktisi industri ini memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa terkait implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) diberbagai sektor strategis.

Mahasiswa mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi geospasial menggunakan platform LOKASI Intelligence sebagai produk unggulan Bhumi Varta Technology yang dijelaskan oleh Rania Brawijaya, baik secara penggunaan dan implementasi. Rivan Harits menjelaskan peran SIG pada bidang sosial, ekonomi, dan bisnis, materi mencakup Expansion Analysis yang meliputi Hexa Analysis, Site Profiling, dan Channel Classification untuk menentukan lokasi bisnis potensial berdasarkan karakteristik wilayah dan aktivitas masyarakat. Selain itu, Territory Planning Analysis mengintegrasikan data mobilitas dan SES (Socio Economic Status) untuk menghasilkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan tepat sasaran. Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep New Customer Acquisition dalam menentukan strategi ekspansi seperti penempatan ATM, aktivitas pemasaran berbasis lokasi, serta identifikasi pelanggan baru melalui analisis spasial. Aspek Asset Management, analisis POI, kompetitor, dan klasifikasi SES menjadi dasar dalam menentukan wilayah ekspansi bisnis yang optimal.

Sementara itu, pada mata kuliah Aplikasi SIG untuk Transportasi dan Logistik, Rivan Harits menghadirkan studi implementasi SIG dalam analisis mobilitas masyarakat, penentuan virtual stops, serta prediksi puncak permintaan penumpang. Integrasi data mobilitas, POI, dan transportasi publik juga diperkenalkan untuk mendukung konsep Mobility as a Service (MaaS). Lebih lanjut, SIG dimanfaatkan dalam analisis logistik untuk mengidentifikasi wilayah ekspansi potensial, mengevaluasi performa distribusi, dan memperkirakan potensi pendapatan berbasis data spasial dan sosial ekonomi. Konsep Transit-Oriented Development (TOD) turut dibahas sebagai pendekatan pengembangan kawasan berbasis transportasi publik yang didukung oleh data demografi, mobilitas, serta pola konsumsi masyarakat. Penerapan analisis Red Ocean dan Blue Ocean dalam menentukan rekomendasi tenant dan peluang bisnis di kawasan TOD seperti MRT dan LRT, dengan mempertimbangkan tingkat persaingan usaha, kebutuhan pasar, kepadatan penduduk, mobilitas masyarakat, serta potensi ekonomi wilayah untuk mendukung pengembangan transportasi dan kawasan perkotaan.

Melalui integrasi materi teori dan praktik berbasis platform LOKASI Intelligence, kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Diharapkan, kolaborasi ini mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa serta memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dibidang geospasial, khususnya pada bidang SIG pada sektor ekonomi, bisnis, transportasi, dan logistik.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan kritis mengenai integrasi data spasial, optimalisasi jaringan logistik, serta prospek karier di bidang geospasial menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi ini.

DTK SV UGM dan Bhumi Varta Technology diharapkan terjalin hubungan yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi kebutuhan industri. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen kedua pihak dalam mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi geospasial untuk pembangunan berkelanjutan.

Tim Gisformer Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Raih Juara 1 Hackathon Competition Geophysics Day 4.0 Universitas Pertamina

Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SIG DTK SV UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim Gisformer UGM berhasil meraih Juara 1 pada ajang Hackathon Competition Geophysics Day 4.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina pada 4–5 Mei 2026 di Jakarta. Kompetisi bergengsi bertema “Bridging Science and Society Through Geophysical Interpretation” tersebut mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi dalam bidang interpretasi dan pengolahan data geofisika. Pada babak final, sebanyak lima tim dari sejumlah universitas ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyelesaikan tantangan berbasis data geospasial dan geofisika.

Tim Gisformer UGM terdiri atas tiga mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis, yaitu Zulfatah Ahmad Khoiruddin, Hardika Ahmad Tegar Prakoso, dan Norman Addie Widjaya. Dalam kompetisi tersebut, tim tampil impresif sejak tahap awal hingga final dan berhasil unggul atas para finalis lainnya. Keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan intensif yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan di bawah bimbingan Ade Febri Sandhini Putri, S.Si., M.Sc. selaku dosen pembimbing. Selama masa persiapan, tim fokus memperkuat kemampuan analisis data geofisika, pengolahan data spasial, serta teknik presentasi ilmiah. Dukungan dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada juga turut berperan dalam mendukung pencapaian tersebut.

Tim Gisformer menghasilkan produk utama berupa Peta Kesesuaian Pemasangan Turbin Angin di Jawa Tengah. Peta ini disusun melalui analisis dan interpretasi empat parameter geospasial secara terpisah menggunakan bahasa pemrograman Python meliputi data sesar, jenis tanah, topografi dari data DEM, dan data potensi angin. Seluruh proses pengolahan data geospasial dilakukan secara programatik menggunakan library Python seperti GeoPandas, Rasterio, dan Matplotlib sehingga menghasilkan visualisasi peta yang informatif dan reproducible. Hasil analisis keempat parameter tersebut kemudian disintesis secara ilmiah untuk menghasilkan klasifikasi zona kesesuaian dari kelas rendah hingga tinggi. Produk akhir ini menjadi rekomendasi spasial berbasis sains yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan perencanaan energi terbarukan di wilayah Jawa Tengah.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan seluruh civitas akademika. Selain menjadi bukti dedikasi tinggi para anggota tim, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam mengharumkan nama almamater baik di kancah nasional maupun internasional.

Workshop “SLAM and RTK Integration to Map the Future with Falcon X” Hadirkan Pengalaman Praktis Teknologi Geospasial

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas melalui workshop bertajuk “SLAM and RTK Integration to Map the Future with Falcon X”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Mei 2026 pukul 08.00–16.00 WIB di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial, khususnya dalam memahami integrasi teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) dan RTK (Real-Time Kinematic) dalam kegiatan pemetaan modern. Workshop ini diikuti oleh mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian SV UGM serta peserta umum yang memiliki minat dibidang survei dan pemetaan.

Workshop yang terselenggara melalui kolaborasi dengan PT Etrax Indo Sejahtera ini menghadirkan Muhamad Hasan Albana, S.T. selaku Manager Technical Engineer sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta memahami bagaimana teknologi SLAM dan RTK bekerja secara terintegrasi dalam proses pemetaan modern, serta bagaimana teknologi tersebut mampu menghasilkan data geospasial dengan tingkat akurasi tinggi.

Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak terlibat langsung dalam praktik penggunaan alat Falcon X. Dengan penuh antusias, mahasiswa mencoba mengoperasikan perangkat tersebut untuk melakukan pemindaian di area sekitar gedung perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Perangkat Falcon X yang digunakan mampu merekam lingkungan secara real-time yang menghasilkan jutaan titik data (point cloud) yang kemudian diolah menjadi informasi spasial yang detail dan presisi.

Momen praktik menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana data yang diambil di lapangan segera divisualisasikan dan memberikan gambaran nyata tentang proses pemetaan modern yang cepat dan efisien. Interaksi langsung dengan teknologi ini membuka pemahaman baru bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori yang dipelajari di kelas dengan kebutuhan di dunia industri.

Sepanjang kegiatan, diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari aspek teknis penggunaan alat hingga peluang penerapan teknologi SLAM dan RTK di berbagai sektor. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap penguasaan teknologi geospasial yang semakin berkembang.

Melalui workshop ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kolaborasi dengan industri. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan mitra industri.

Pelatihan LiDAR Topocraft bertajuk Precision Mapping Lab 2026 bersama Aksara Lab Indonesia

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas melalui Pelatihan LiDAR Topocraft: Precision Mapping Lab 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Riset dan Pengembangan Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian (KMDTK) periode 2025/2026 yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis di bidang geospasial, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.

Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi strategis dengan Aksara Lab Indonesia sebagai mitra profesional di bidang teknologi survei dan pemetaan. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan akademik dan praktik industri, khususnya dalam pengolahan data LiDAR.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 08.00–12.00 WIB di Laboratorium Geomatika C, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa lintas program studi dan perguruan tinggi hingga peserta dari kalangan umum. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguasaan teknologi LiDAR semakin luas dan relevan di berbagai sektor.

Secara substansi, pelatihan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis untuk memahami alur kerja (workflow) pengolahan data LiDAR secara komprehensif dan presisi. Peserta dibekali pemahaman mulai dari proses akuisisi, pengolahan, hingga interpretasi data, guna menghasilkan informasi geospasial yang akurat dan sesuai dengan standar profesional di industri pemetaan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Pelatihan LiDAR Topocraft menjadi wadah kolaboratif untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengeksplorasi potensi riset berbasis data geospasial. Ruang interaksi yang terbuka ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan tantangan di bidang kebumian, khususnya dalam navigasi dan perencanaan tata ruang. Melalui kegiatan ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, dalam menghadapi perkembangan teknologi geospasial yang semakin pesat.

Pelatihan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan teknis peserta, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan serta pengembangan teknologi LiDAR dalam bidang geospasial, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penyediaan data spasial yang akurat untuk perencanaan wilayah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri.

Eksplorasi Drone LiDAR, Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Ikuti Kuliah Umum dan Praktik Bersama Praktisi Industri

Yogyakarta, 27 April 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (dtk SV UGM) mengikuti kuliah umum bertajuk “One Flight, Millions of Points: Performance Evaluation of DJI Zenmuse L3 LiDAR on the M400 Platform”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial, khususnya terkait pemanfaatan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) berbasis drone untuk menghasilkan data berpresisi tinggi.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari PT Geo Investama Mandiri (GIM Surveyor), Rahmat Muslih Febriyanto, S.T., selaku Direktur PT Geo Investama Mandiri. Dalam pemaparannya, Rahmat menjelaskan secara komprehensif mengenai performa sensor LiDAR DJI Zenmuse L3 yang diintegrasikan dengan platform drone M400 dalam kegiatan survei dan pemetaan. Ia juga membagikan pengalaman implementasi teknologi tersebut dalam berbagai proyek industri, mulai dari pemetaan topografi hingga pemantauan infrastruktur.

Kegiatan yang berlangsung di Hall Gedung Perpustakaan SV UGM ini dibuka dengan sambutan dari, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta Rahmat Muslih Febriyanto, S.T., selaku Direktur PT Geo Investama Mandiri. Dalam sambutannya, Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan industri sebagai langkah untuk menjembatani kebutuhan akademik dengan tuntutan dunia kerja. Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Geo Investama Mandiri juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial yang sangat pesat menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang aplikatif.

Kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, terutama terkait aspek teknis penggunaan LiDAR, tantangan di lapangan, serta proses pengolahan data. Diskusi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman sekaligus memperoleh wawasan langsung dari praktisi yang berpengalaman dibidangnya.

Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan pada konsep dasar hingga penerapan lanjutan teknologi LiDAR. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah kemampuan sistem LiDAR dalam menghasilkan jutaan titik data (point cloud) hanya dalam satu kali penerbangan drone. Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi geospasial yang akurat dan detail yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Selain itu, narasumber juga menjelaskan alur kerja teknologi LiDAR secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan misi penerbangan, akuisisi data di lapangan, proses pengolahan data menggunakan perangkat lunak khusus, hingga tahap evaluasi kualitas data. Penjelasan ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai bagaimana teknologi tersebut diterapkan dalam praktik profesional.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung di lapangan dan praktik pengolahan data LiDAR. Mahasiswa berkesempatan untuk melihat dan terlibat dalam proses penerbangan drone serta pengambilan data LiDAR. Melalui praktik ini, peserta dapat memahami secara lebih mendalam prosedur operasional serta tantangan teknis yang dihadapi dalam kegiatan survei berbasis drone.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dengan foto bersama dan pemberian merchandise bagi peserta yang aktif. Kegiatan kuliah umum dan praktik ini menjadi salah satu wujud komitmen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini. Melalui kolaborasi dengan mitra industri, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa TSPD mampu mengembangkan kompetensi di bidang geospasial secara lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri akan terus diperkuat guna mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berbasis data geospasial.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Kuliah Umum PT Aspac Geo Survey Dorong Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

Yogyakarta, 24 April 2026 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) menjalin kerja sama strategis dengan PT Aspac Geo Survey melalui kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Kuliah Umum yang diselenggarakan di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri geospasial di tengah pesatnya perkembangan teknologi pemetaan modern.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Endang Soelistyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Sekolah Vokasi UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kevin Sie selaku Chief Executive Officer PT Aspac Geo Survey yang menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dibidang geospasial melalui program kolaboratif dengan perguruan tinggi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama (MoU dan Perjanjian Kerja Sama) antara Sekolah Vokasi UGM dan PT Aspac Geo Survey. Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Endang Soelistyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM serta Kevin Sie selaku Chief Executive Officer PT Aspac Geo Survey.

Usai penandatanganan, sesi foto bersama dan penyerahan plakat sebagai simbol penguatan kemitraan. Sesi ini dihadiri oleh Kevin Sie selaku Chief Executive Officer PT Aspac Geo Survey, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, Alvin Sie selaku Chief Operating Officer PT Aspac Geo Survey, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Momen ini menjadi representasi komitmen bersama dalam mendukung kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang mengangkat tema “Better Engineering for Better Future: Point Cloud Processing and NavVis MLX 3D Scanning”. Sesi ini disampaikan oleh Ziki Wahyu Rinaldi selaku Product & Business Development Manager PT Aspac Geo Survey. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perkembangan teknologi geospasial terkini, khususnya dalam pengolahan data dan pemanfaatan teknologi LiDAR untuk ekstraksi fitur serta pemodelan tiga dimensi.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar alur pengolahan data, hingga penerapannya di berbagai sektor seperti konstruksi, pemetaan infrastruktur, dan dokumentasi bangunan. Selain itu, dijelaskan pula pemanfaatan teknologi pemindaian berbasis SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang memungkinkan proses akuisisi data dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan akurat. Pemahaman terhadap teknologi ini dinilai menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa dibidang survei dan pemetaan.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi alat pemindaian 3D NavVis MLX yang dibawakan oleh Niken Ayu Safitri selaku Product Specialist PT Aspac Geo Survey. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan secara langsung dengan perangkat NavVis MLX dari cara penggunaan, proses pengambilan data, dan hasil pemindaian yang dihasilkan.

Mahasiswa DTK SV UGM juga diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung alat tersebut. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mempraktikkan penggunaan NavVis MLX serta memahami bagaimana teknologi ini dimanfaatkan dalam kegiatan survei dan pemetaan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teknologi geospasial modern di dunia industri.

Kegiatan kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi, tantangan dalam pengolahan data geospasial, serta peluang karier di industri survei dan pemetaan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi geospasial terkini.

Kolaborasi antara Sekolah Vokasi UGM dan PT Aspac Geo Survey ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis praktik serta memperkuat keterkaitan antara kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat tercipta sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi dibidang geospasial.

Kuliah Umum GIS oleh Esri Indonesia: Membuka Wawasan Teknologi, Industri, dan Karier di Bidang Geospasial

Yogyakarta, 22 April 2026 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Geographic Information Systems in Practice: Technology, Industry, and Career Pathways”. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM menghadirkan tim dari Esri Indonesia sebagai narasumber utama dengan tujuan memberikan wawasan komprehensif mengenai perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) serta peluang karier di industri geospasial.

Acara diawali dengan registrasi peserta yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk kelancaran acara. Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi geospasial di era digital saat ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan industri. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Irvan Salim, BSc selaku Industry Enablement Program Team Lead dari Esri Indonesia yang mengapresiasi kolaborasi antara dunia akademik dan industri sebagai langkah strategis dalam mencetak talenta geospasial yang siap kerja.

Sementara itu, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM dalam sambutannya menegaskan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam memperluas jejaring kemitraan dengan industri guna meningkatkan kualitas lulusan. Beliau juga berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang.

Sebagai bentuk apresiasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata yang diberikan oleh Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. selaku Ketua Departemen Teknologi Kebumian SV UGM kepada pihak Esri Indonesia serta sesi foto bersama antara Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, pengelola dan dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, serta perwakilan Esri Indonesia.

Memasuki inti acara, sesi kuliah umum diisi dengan penyampaian materi oleh tim Esri Indonesia dan dipandu oleh moderator Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc. selaku Dosen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM. Materi pertama disampaikan oleh Irvan Salim, BSc yang memaparkan profil perusahaan serta peran Esri sebagai salah satu penyedia teknologi SIG terkemuka di dunia. Peserta kemudian diperkenalkan pada gambaran umum platform ArcGIS sebagai ekosistem perangkat lunak yang mendukung pengolahan, analisis, dan visualisasi data geospasial.

Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Yanuar Aji Nugroho, S.Si., M.Eng. selaku Product and Technology Team Lead Esri Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau membahas lebih dalam mengenai perkembangan teknologi SIG terkini, termasuk integrasi dengan kecerdasan buatan (GeoAI), serta pemanfaatan big data dalam analisis spasial. Beliau juga menyoroti bagaimana teknologi geospasial berperan penting dalam berbagai sektor dan dapat menangani berbagai masalah dalam perspektif keruangan.

Selain itu, sesi ini juga mengulas berbagai peluang karier di bidang geospasial. Tim Esri Indonesia memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri terhadap tenaga ahli SIG serta kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan. Peserta turut diperkenalkan dengan berbagai program yang disediakan oleh Esri Indonesia untuk mahasiswa, seperti pelatihan, sertifikasi, hingga peluang beasiswa.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sesi berbagi pengalaman dari penerima beasiswa ikatan dinas Esri Indonesia, yaitu Azril Rozaqi Al Rosyid dan Minarni Kukilo Buhana dari Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis angkatan 2022. Keduanya menceritakan pengalaman berharga selama menjalani program internship di Esri Indonesia, mulai dari keterlibatan dalam proyek nyata hingga pengembangan keterampilan teknis dan profesional di bidang SIG.

Melalui pengalaman tersebut, mereka tidak hanya memperdalam pemahaman terhadap teknologi geospasial, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai dinamika kerja di industri. Sesi ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana ilmu yang dipelajari dibangku kuliah dapat diaplikasikan secara langsung di dunia kerja, sekaligus memotivasi peserta untuk aktif mencari peluang pengembangan diri.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan oleh mahasiswa seputar teknologi SIG, implementasinya di dunia kerja, hingga strategi membangun karier di industri geospasial. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Irvan Salim, BSc dan Yanuar Aji Nugroho, S.Si, M.Eng., sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dengan foto bersama dan pemberian merchandise bagi peserta yang aktif bertanya. Kuliah umum ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era transformasi digital, khususnya dibidang geospasial.