Berita
Friday, 8 May 2026
Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas melalui workshop bertajuk “SLAM and RTK Integration to Map the Future with Falcon X”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Mei 2026 pukul 08.00–16.00 WIB di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial, khususnya dalam memahami integrasi teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) dan RTK (Real-Time Kinematic) dalam kegiatan pemetaan modern. Workshop ini diikuti oleh mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian SV UGM serta peserta umum yang memiliki minat dibidang survei dan pemetaan.
Workshop yang terselenggara melalui kolaborasi dengan PT Etrax Indo Sejahtera ini menghadirkan Muhamad Hasan Albana, S.T. selaku Manager Technical Engineer sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta memahami bagaimana teknologi SLAM dan RTK bekerja secara terintegrasi dalam proses pemetaan modern, serta bagaimana teknologi tersebut mampu menghasilkan data geospasial dengan tingkat akurasi tinggi.
Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak terlibat langsung dalam praktik penggunaan alat Falcon X. Dengan penuh antusias, mahasiswa mencoba mengoperasikan perangkat tersebut untuk melakukan pemindaian di area sekitar gedung perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Perangkat Falcon X yang digunakan mampu merekam lingkungan secara real-time yang menghasilkan jutaan titik data (point cloud) yang kemudian diolah menjadi informasi spasial yang detail dan presisi.
Momen praktik menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana data yang diambil di lapangan segera divisualisasikan dan memberikan gambaran nyata tentang proses pemetaan modern yang cepat dan efisien. Interaksi langsung dengan teknologi ini membuka pemahaman baru bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori yang dipelajari di kelas dengan kebutuhan di dunia industri.
Sepanjang kegiatan, diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari aspek teknis penggunaan alat hingga peluang penerapan teknologi SLAM dan RTK di berbagai sektor. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap penguasaan teknologi geospasial yang semakin berkembang.
Melalui workshop ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kolaborasi dengan industri. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan mitra industri.