Yogyakarta, 7 Februari 2025 – Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, secara resmi menjalin kerjasama dengan PT Aerotex Global Inovasi dalam upaya memperkuat riset dan pengembangan di bidang teknologi kebumian. Penandatanganan kesepakatan ini dilaksanakan di Gedung DTK dan dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak, wakil dekan bidang kerja sama dan alumni di Sekolah Vokasi UGM, serta dosen.


Kerjasama ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi terbaru dalam penelitian dan pengajaran yang akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, dosen, serta industri terkait. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan inovasi teknologi dalam pemanfaatan data kebumian, seperti pemetaan geospasial, pemodelan geologi, dan analisis risiko bencana alam, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan global saat ini.

Ketua Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi, Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si, mengungkapkan, “Kerjasama ini menjadi kesempatan luar biasa bagi kami untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mahasiswa serta melakukan riset yang lebih aplikatif dalam konteks teknologi kebumian. PT Aerotex Global Inovasi memiliki kapabilitas dan pengalaman yang sangat berharga dalam bidang teknologi, yang akan sangat mendukung kemajuan pendidikan kami.”
Sementara itu, Direktur PT Aerotex Global Inovasi, Albertus Gian Dessayes Adriano, menambahkan, “Kami sangat antusias bisa berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, terutama di bidang teknologi kebumian. Kami percaya, melalui kerjasama ini, kita dapat menciptakan solusi-solusi yang lebih tepat guna dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan yang ada, termasuk dalam mitigasi bencana dan pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efektif.”

Kerjasama ini juga mencakup program magang bagi mahasiswa, pengembangan teknologi berbasis riset, serta peluang bagi dosen untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek inovatif. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif antara dunia akademik dan industri, memperkuat kapasitas SDM di bidang teknologi kebumian, serta memberikan dampak yang lebih besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan fokus pada pendidikan berkualitas, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs).


