Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTK SV UGM) dengan Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Kebumian (KMDTK) menyelenggarakan kegiatan GENESIS SPATIAL 2026 bertajuk “Geo-AI Next Generation Spatial Information System: Membedah Potensi Kecerdasan Buatan dalam Teknologi Kebumian” pada Sabtu, 14 Februari 2026 bertempat di Hall DTK Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari Student Program for Advancing Technological and Innovative Learning (SPATIAL) merupakan sebuah program pembinaan akademik yang dirancang untuk memperkuat pemahaman, wawasan, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi kebumian berbasis inovasi.
Kegiatan ini diikuti oleh 140 mahasiswa angkatan 2025 dari Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar serta Sistem Informasi Geografis sebagai bagian dari pengenalan awal terhadap lingkungan akademik dan arah pembelajaran di Departemen Teknologi Kebumian. GENESIS SPATIAL dirancang sebagai wadah pembekalan bagi mahasiswa baru untuk memahami ruang lingkup studi, perkembangan teknologi kebumian, serta tantangan dan peluang di era transformasi digital.
Mengusung tema Geo-AI, kegiatan ini menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan sistem informasi spasial generasi berikutnya, khususnya pada bidang survei, pemetaan, dan pengolahan data geospasial. Integrasi teknologi kecerdasan buatan dinilai mampu mendorong efisiensi, meningkatkan akurasi, serta mempercepat proses analisis data dalam skala besar, sehingga menghasilkan informasi spasial yang lebih adaptif dan berkualitas.
Acara berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dengan menghadirkan narasumber Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D. Dalam pemaparannya, disampaikan berbagai potensi integrasi kecerdasan buatan pada pengolahan serta analisis data geospasial guna meningkatkan efisiensi proses pemetaan dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Teknologi Geo-AI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya, mitigasi bencana, serta pembangunan berkelanjutan berbasis data spasial.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai tren global teknologi geospasial, kebutuhan kompetensi masa depan, serta pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman awal yang komprehensif serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi kebumian yang semakin pesat.
Pelaksanaan GENESIS SPATIAL 2026 selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui peningkatan kapasitas inovasi di bidang teknologi geospasial. Melalui kegiatan ini, Departemen Teknologi Kebumian berharap mahasiswa memiliki landasan pemahaman yang kuat, semangat inovasi, serta kesiapan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan berbasis data spasial dan kecerdasan buatan.