Yogyakarta, 25 Oktober 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui inovasi penelitian yang aplikatif. Tim peneliti dari Sekolah Vokasi dan Fakultas Geografi UGM telah berhasil merumuskan model analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang akurat untuk mengoptimalkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri berbasis domisili di Kota Yogyakarta.
Penelitian yang dipimpin oleh Taufik Hery Purwanto et al. ini bertujuan untuk mengatasi tantangan keadilan spasial dalam penerimaan peserta didik yang kerap muncul dalam sistem zonasi konvensional.
Solusi UGM untuk Keadilan Spasial Pendidikan
Sistem zonasi sebelumnya (PPDB) sering kali menimbulkan disparitas baru karena bergantung pada batas administratif dan rentan terhadap manipulasi dokumen kependudukan. Merespons hal ini, pemerintah memperkenalkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis domisili spasial aktual pada tahun 2025.
Tim peneliti UGM memanfaatkan kecanggihan teknologi SIG, khususnya metode Near Analysis, untuk memberikan solusi yang objektif dan transparan dalam penentuan jarak sekolah.
Temuan kunci dari penelitian ini menegaskan kontribusi UGM terhadap SDGs, yaitu:
- Akurasi Tinggi dan Keandalan Data: Metode pengukuran jarak otomatis berbasis SIG yang dikembangkan UGM menunjukkan korelasi yang sangat kuat ($r = 0,983-0,997$) dibandingkan pengukuran manual. Tingkat akurasi ini membuktikan bahwa kerangka spasial UGM dapat diandalkan untuk menggantikan perhitungan konvensional dan menjadi dasar perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
- Identifikasi Kesenjangan Akses (SDG 10): Analisis spasial secara jelas memvisualisasikan adanya ketimpangan akses pendidikan di Kota Yogyakarta. Wilayah pusat kota memiliki akses tinggi dengan banyak pilihan sekolah dalam jarak dekat (area kompetitif), sementara wilayah pinggiran kota memiliki akses yang lebih terbatas.
- Rekomendasi Rayonisasi Adaptif (SDG 4): Penelitian ini menghasilkan rekomendasi penetapan rayon dinamis yang disusun berdasarkan jarak spasial aktual, bukan sekadar batas administratf. Pendekatan ini mendukung tujuan pemerataan akses pendidikan secara adil, pengelolaan kapasitas sekolah yang optimal, serta mewujudkan keadilan spasial (spatial justice) dalam pendidikan.
Implementasi dan Dampak Jangka Panjang
Hasil analisis kedekatan berbasis SIG ini menjadi dasar konseptual untuk penetapan Rayonisasi Wilayah Domisili dalam sistem penerimaan peserta didik. Integrasi analisis spasial dalam sistem SPMB ini merupakan langkah strategis UGM dalam mendukung tata kelola pendidikan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan," ujar Barandi Sapto Widartono, salah satu peneliti. Pendekatan berbasis data geospasial ini memastikan bahwa kebijakan zonasi benar-benar bertujuan untuk mewujudkan hak setiap anak atas pendidikan yang setara, tanpa terhalang oleh faktor geografis atau manipulasi data.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa, memperkuat peran UGM sebagai institusi akademik yang berkontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat nasional.
Tentang Penelitian
Penelitian ini didanai oleh Dana Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Tahun Anggaran 2025 (No: 20/UN1/SV/K/2025) dan telah dipublikasikan dalam Majalah Geografi Indonesia.
Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pencapaian SDGs melalui penelitian inovatif yang memberikan solusi nyata bagi tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kontak Media: Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si. Department of Earth Technology, Sekolah Vokasi (School of Applied Sciences), Universitas Gadjah Mada and Department of Geographic Information Science Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada Email: taufik@ugm.ac.id HP: 08121568317