Yogyakarta — Tim peneliti Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan penelitian mengenai morfologi mega cusp di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang diketuai oleh Annisa Farida Hayuningsih, S.T., M.Eng., Ph.D., ini merupakan bagian dari Hibah Penelitian Kompetitif Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026 yang memanfaatkan teknologi UAV-LiDAR untuk mendokumentasikan karakteristik permukaan pantai secara tiga dimensi.
Penelitian ini berfokus pada identifikasi mega cusp, yaitu pola morfologi garis pantai yang terdiri atas tonjolan ke arah laut (horn) dan lekukan ke arah darat (embayment). Keberadaan fitur tersebut berkaitan dengan dinamika gelombang, arus, dan transportasi sedimen yang dapat memengaruhi perubahan bentuk pantai.
Salah satu aspek penting dalam kajian mega cusp adalah potensi hubungan antara bentuk embayment, proses erosi pantai, dan keberadaan rip current, yaitu arus kuat yang bergerak menjauhi pantai menuju laut. Pada kondisi gelombang dan arus tertentu, area embayment dapat mengalami peningkatan erosi yang berkaitan dengan sirkulasi arus pesisir. Oleh karena itu, informasi posisi dan karakteristik mega cusp berpotensi menjadi salah satu indikator spasial untuk mengidentifikasi area yang perlu mendapat perhatian dalam kajian bahaya rip current dan erosi pantai.
Melalui pengolahan data UAV-LiDAR, tim penelitian berhasil mengidentifikasi karakteristik morfologi mega cusp di sepanjang kawasan penelitian. Informasi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan peta indikasi kawasan rawan erosi dan potensi rip current beresolusi spasial tinggi. Pengembangan peta bahaya yang tervalidasi tetap memerlukan integrasi dengan data gelombang, arus, dan pengamatan lapangan.
Penelitian ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PT Geo Investama Mandiri sebagai mitra pendukung akuisisi data UAV-LiDAR, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar dalam kegiatan survei dan pengumpulan data lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan penelitian terapan dan pemanfaatan teknologi geospasial untuk menjawab permasalahan lingkungan pesisir.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui inovasi pemanfaatan teknologi geospasial dan penguatan kapasitas riset. Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung penyediaan informasi spasial bagi pemantauan perubahan pantai, mitigasi risiko erosi, dan peningkatan keselamatan masyarakat di kawasan pesisir.