Dalam rangka menyebaruaskan hasil riset dan teknologi terkini terkait pelestarian Candi Prambanan, Dosen Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) UGM, Dr. Anindya Sricandra Prasidya, ST., M.Eng, menjadi invited speaker pada The 2nd International Summer Course 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 15 Juli 2026. Summer Course yang bertajuk "Reviving Prambanan Temple: Heritage Conservation, Structural Revival, and Digital Cultural Futures" tersebut menjadi forum berbagi gagasan, pengetahuan dan pengalaman kepada 20 peserta internasional berlatarbelakang mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi bidang teknik, heritage, dan sejarah dari Malaysia, Nigeria, Kenya, Timor-Leste, dan Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Anindya memaparkan hasil riset beliau yang didanai oleh hibah penelitian Sekolah Vokasi UGM 2026, yaitu tentang peranan teknologi geospasial multi-sensor untuk dokumentasi digital dan analisis kerusakan struktur cagar budaya secara 3-D. Teknik perekaman multi-sensor multi-resolusi morfologi Candi Prambanan secara digital dikenalkan oleh Dr. Anindya juga pada kesempatan ini. Menurut Dr. Anindya, proses perekaman realitas (reality scanning) morfologi secara multi-sensor yang dipadukan dengan panduan tahapan skala dari Architectural Pattern Design (APD) Candi Prambanan menawarkan proses akuisisi yang lebih terstruktur atau tersistematis. “Menurut penelitian kami, proses perekaman multi-sensor multi-resolusi yang didasarkan pada APD membuat rencana perekaman/scanning lebih tersistematis baik dari sisi pentahapan skala dan sensor yang dipergunakan, sehingga pada tahap pengolahan, integrasi, dan penyajian data lebih mudah dilakukan”, ungkapnya. Selain mengenai perekaman multi-sensor terhadap morfologi candi, teknik pengolahan, penyajian, dan analisis data hasil scanning candi Prambanan berupa point-clouds juga dipaparkan kepada peserta. Penyatuan data dari berbagai sumber dan resolusi dilakukan bertahap sesuai skalanya dan direferensikan kepada koordinat absolut agar keseluruhan data terintegrasi dan terposisikan pada koordinat yang sebenarnya. Hasil penyatuan data point-clouds yang menyusun morfologi candi dapat menjadi dokumentasi realitas dan sebagai dasar untuk kegiatan analisis pelestarian fisik pada tahap lanjut. Dr. Anindya menambahkan bahwa contoh analisis yang dilakukan dengan data ini adalah untuk menyimulasikan efek gempa terhadap candi Prambanan melalui konversi point-clouds langsung ke model elemen hingga yang diaplikasikan gaya seismik pada taraf lanjut. “Kami melakukan konversi lalu simulasi terhadap data yang diperoleh berdasarkan elemen hingga, sehingga efek gempa terhadap candi dapat diperkirakan dan dapat dimitigasi segera. Ini memungkinkan intervensi pelestarian dilakukan pada taraf berikutnya”, ungkapnya. Kesatuan proses dari dokumentasi reality scanning hingga simulasi kebencanaan secara digital dan diakhiri intervensi pelestarian ini tentu menjadi pipeline yang potensial membantu para stakeholder di candi Prambanan.
Ketua Panitia, Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T. dan segenap tim penyelenggara mengapresiasi paparan hasil riset terkini yang diberikan bahwa terdapat peneliti yang berfokus pada candi Prambanan sejak lama. Mereka berharap bahwa riset berbasis geospasial untuk pelestarian Candi Prambanan terus berlanjut di masa mendatang.
Kehadiran Dr. Anindya sebagai invited speaker diharapkan mampu berkontribusi mendeseminasikan hasil penelitian terkait candi Prambanan dan memperkuat potensi jejaring kerja sama. Lebih lanjut, kegiatan ini berkontribusi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan kegiatan ini, UGM menunjukkan komitmennya terhadap penyebarluasan ilmu pengetahuan kepada masyarakat global.